alexametrics
25.8 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Pamit Mandi, Warga Pedagangan Tiris Ditemukan Gantung Diri

TIRIS, Radar Bromo – Entah apa yang sedang berkecamuk di pikiran Hari Susilo, 31, warga Desa Pedagangan, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo. Minggu (15/9), ia pamit pada istrinya untuk mandi. Namun, ternyata korban nekat mengakhiri hidupnya.

Tubuh korban ditemukan sudah tak bernyawa dengan cara gantung diri. Istri korban yang menemukan kali pertama tubuh suaminya menggantung di atap kamar mandi rumah mereka.

Informasi yang dikumpulkan Jawa Pos Radar Bromo, sebelum bunuh diri, korban memancing di sebuah sungai. Korban memancing mulai pagi hingga sore.

Sekitar pukul 17.00, korban pulang ke rumahnya. Korban berpamitan pada istrinya untuk mandi. Dia pun masuk ke kamar mandi. Namun, sampai dua jam kemudian atau sampai pukul 19.00, korban tidak kunjung keluar dari kamar mandi.

Merasa curiga, istri korban lantas mencari tahu keberadaan korban di kamar mandi. Saat masuk ke kamar mandi itulah, korban ditemukan gantung diri.

“Jadi setelah pamit mandi, korban tidak keluar dari kamar mandi. Karena itu, kemudian istrinya masuk ke kamar mandi. Saat ke kamar mandi itu, dia mendapati suaminya sudah menggantung,” kata AKP Riyanto,  kasat Reskrim Polres Probolinggo, Minggu (16/9) malam.

Melihat tubuh suaminya menggantung, istri korban pun langsung berteriak. Sehingga, keluarga yang lain berdatangan. Dalam keadaan kebingungan, mereka menurunkan korban. “Korban diturunkan dan kemudian dadanya ditekan. Tujuannya agar bisa bernapas,” jelasnya.

BUAT SURAT PERNYATAAN: Pihak keluarga korban membuat surat pernyataan terkait meninggalnya Hari. Mereka menolak dilakukan otopsi. (Istimewa)

Namun, korban tidak kunjung bangun. Keluarga pun meyakini bahwa korban telah meninggal. Masih dalam keadaan bingung, korban dibawa masuk ke rumah. Setelah itu, keluarga melaporkan kondisi itu pada kepala desa setempat.

“Setelah itu, baru warga lain berdatangan melihat kondisi korban,” jelasnya.

Dari keterangan pihak keluarga, korban sudah tiga tahun depresi. Tepatnya sejak tahun 2016. Karena itu, korban diduga nekat mengakhiri hidupnya lantaran depresi tersebut. Pendapat itu diperkuat dengan tidak ditemukannya bekas penganiayaan saat dilajukan visum luar.

“Dugaannya korban bunuh diri karena depresi. Saat dilakukan visum, tidak ada luka atau bekas penganiayaan di tubuh korban,” ujarnya. (sid/hn)

 

TIRIS, Radar Bromo – Entah apa yang sedang berkecamuk di pikiran Hari Susilo, 31, warga Desa Pedagangan, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo. Minggu (15/9), ia pamit pada istrinya untuk mandi. Namun, ternyata korban nekat mengakhiri hidupnya.

Tubuh korban ditemukan sudah tak bernyawa dengan cara gantung diri. Istri korban yang menemukan kali pertama tubuh suaminya menggantung di atap kamar mandi rumah mereka.

Informasi yang dikumpulkan Jawa Pos Radar Bromo, sebelum bunuh diri, korban memancing di sebuah sungai. Korban memancing mulai pagi hingga sore.

Sekitar pukul 17.00, korban pulang ke rumahnya. Korban berpamitan pada istrinya untuk mandi. Dia pun masuk ke kamar mandi. Namun, sampai dua jam kemudian atau sampai pukul 19.00, korban tidak kunjung keluar dari kamar mandi.

Merasa curiga, istri korban lantas mencari tahu keberadaan korban di kamar mandi. Saat masuk ke kamar mandi itulah, korban ditemukan gantung diri.

“Jadi setelah pamit mandi, korban tidak keluar dari kamar mandi. Karena itu, kemudian istrinya masuk ke kamar mandi. Saat ke kamar mandi itu, dia mendapati suaminya sudah menggantung,” kata AKP Riyanto,  kasat Reskrim Polres Probolinggo, Minggu (16/9) malam.

Melihat tubuh suaminya menggantung, istri korban pun langsung berteriak. Sehingga, keluarga yang lain berdatangan. Dalam keadaan kebingungan, mereka menurunkan korban. “Korban diturunkan dan kemudian dadanya ditekan. Tujuannya agar bisa bernapas,” jelasnya.

BUAT SURAT PERNYATAAN: Pihak keluarga korban membuat surat pernyataan terkait meninggalnya Hari. Mereka menolak dilakukan otopsi. (Istimewa)

Namun, korban tidak kunjung bangun. Keluarga pun meyakini bahwa korban telah meninggal. Masih dalam keadaan bingung, korban dibawa masuk ke rumah. Setelah itu, keluarga melaporkan kondisi itu pada kepala desa setempat.

“Setelah itu, baru warga lain berdatangan melihat kondisi korban,” jelasnya.

Dari keterangan pihak keluarga, korban sudah tiga tahun depresi. Tepatnya sejak tahun 2016. Karena itu, korban diduga nekat mengakhiri hidupnya lantaran depresi tersebut. Pendapat itu diperkuat dengan tidak ditemukannya bekas penganiayaan saat dilajukan visum luar.

“Dugaannya korban bunuh diri karena depresi. Saat dilakukan visum, tidak ada luka atau bekas penganiayaan di tubuh korban,” ujarnya. (sid/hn)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/