alexametrics
25.9 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Kebakaran Hutan di Blok Kedung Wajan, Pendakian Arjuno-Welirang Ditutup

PRIGEN, Radar Bromo – Untuk kesekian kalinya jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang kembali ditutup. Lagi-lagi dipicu oleh kebakaran hutan.

Terbaru, kebakaran hutan terjadi di Blok Kedung Wajan, Kelurahan/Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Api berkobar sejak Jumat petang (13/9). Kobaran api itu berhasil dipadamkan sejak Minggu (15/9) pagi.

Api berhasil dipadamkan usai tim gabungan yang terdiri atas 42 orang bersusah payah memadamkan dengan cara manual. Tim gabungan itu terdiri atas personel Pamhut, Muspika Prigen, serta Gerojokan Sewu.

“Kebakaran hutan kali ini berlangsung tiga hari dua malam. Lewat perjuangan yang keras, api akhirnya berhasil dipadamkan tadi pagi (Minggu (15/9),” ujar Agus Budi Utomo, kepala Resort III UPT Taman Hutan Raya (Tahura) R. Soerdjo di Pasuruan.

Dibandingkan kejadian kebakaran sebelumnya, Agus sapaan akrabnya mengatakan, kebakaran kali ini cukup parah. Lahan hutan yang terbakar pun cukup luas.

Selain vegetasi alang-alang kering yang mudah terbakar, medan yang sulit juga jadi kendala, api sulit dijinakkan. “Untuk luas lahan yang terbakar totalnya masih dievaluasi. Termasuk pula penyebab kebakarannya. Yang jelas, kebakaran hutan kali ini lebih luas dibandingkan kejadian kebakaran sebelumnya di blok Gunung Limas,” terang Agus Budi.

Meski api berhasil dipadamkan, jalur pendakian sendiri masih belum dibuka. Baik itu dari jalur pendakian Tretes, Prigen, dan Purwodadi di Kabupaten Pasuruan; Kota Batu; Kabupaten Mojokerto hingga Kabupaten Malang.

“Kondisi jalur pendakian di lapangan, belum kondusif. Masih rawan terjadi kebakaran hutan susulan. Lantaran itu, demi keamanan dan keselamatan, jalur pendakiannya kembali ditutup sementara dulu,” terang Agus Budi. (zal/mie)

PRIGEN, Radar Bromo – Untuk kesekian kalinya jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang kembali ditutup. Lagi-lagi dipicu oleh kebakaran hutan.

Terbaru, kebakaran hutan terjadi di Blok Kedung Wajan, Kelurahan/Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Api berkobar sejak Jumat petang (13/9). Kobaran api itu berhasil dipadamkan sejak Minggu (15/9) pagi.

Api berhasil dipadamkan usai tim gabungan yang terdiri atas 42 orang bersusah payah memadamkan dengan cara manual. Tim gabungan itu terdiri atas personel Pamhut, Muspika Prigen, serta Gerojokan Sewu.

“Kebakaran hutan kali ini berlangsung tiga hari dua malam. Lewat perjuangan yang keras, api akhirnya berhasil dipadamkan tadi pagi (Minggu (15/9),” ujar Agus Budi Utomo, kepala Resort III UPT Taman Hutan Raya (Tahura) R. Soerdjo di Pasuruan.

Dibandingkan kejadian kebakaran sebelumnya, Agus sapaan akrabnya mengatakan, kebakaran kali ini cukup parah. Lahan hutan yang terbakar pun cukup luas.

Selain vegetasi alang-alang kering yang mudah terbakar, medan yang sulit juga jadi kendala, api sulit dijinakkan. “Untuk luas lahan yang terbakar totalnya masih dievaluasi. Termasuk pula penyebab kebakarannya. Yang jelas, kebakaran hutan kali ini lebih luas dibandingkan kejadian kebakaran sebelumnya di blok Gunung Limas,” terang Agus Budi.

Meski api berhasil dipadamkan, jalur pendakian sendiri masih belum dibuka. Baik itu dari jalur pendakian Tretes, Prigen, dan Purwodadi di Kabupaten Pasuruan; Kota Batu; Kabupaten Mojokerto hingga Kabupaten Malang.

“Kondisi jalur pendakian di lapangan, belum kondusif. Masih rawan terjadi kebakaran hutan susulan. Lantaran itu, demi keamanan dan keselamatan, jalur pendakiannya kembali ditutup sementara dulu,” terang Agus Budi. (zal/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/