PKL di Jalan Cokroaminoto Berjanji Tidak Akan Jualan setelah 20 September

KANIGARAN – Belasan spanduk larangan berjualan di pinggir Jalan Cokroaminoto, Kelurahan/Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, sudah terpasang sejak, Kamis (13/9) lalu. Namun, sampai Sabtu (15/9), masih banyak pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sana.

Tak hanya pedagang, para pembeli juga banyak yang mendatangi mereka. Mayoritas PKL ini merupakan pedagang buah yang menggunakan kendaraan bak terbuka. Mereka masih berjualan seperti biasa, seperti belum ada larangan berjualan di tempat ini. Ternyata, sebagian mereka masih menunggu deadline larangan berjualan.

Seperti diungkapkan salah seorang pedagang, Sa’er, 44. Salah seorang pedagang buah ini mengaku sudah membaca sejumlah spanduk yang terpasang di sekitar jalan tempatnya berjualan. Apalagi, salah satu spanduk itu berada tepat di atas tempatnya berjualan.

Namun, sesuai kebijakan yang tertulis dalam spanduk itu, pihaknya masih diberi kelonggaran waktu sampai 20 September. Karenanya, pihaknya berencana masih akan bertahan di lokasi ini hingga tanggal yang telah ditentukan.

“Kami sudah tahu dan sudah membaca adanya imbauan yang dipampang dengan spanduk itu. Hanya saja di sana tertulis sampai 20 September. Jadi, kami tetap berjualan hingga nanti tanggal itu,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan pedagang buah lainnya, Robiatul Nisa, 39. Perempuan asal Kecamatan Wonoasih, ini berencana akan tetap bertahan hingga 19 September. “Namanya juga kami cari makan. Jadi, kami tetap masih akan ada di sini (Jalan Cokroaminoto) paling sampai 19 September. Selanjutnya tidak tahu mau ke mana,” ujarnya.

Diketahui, Pemkot Probolinggo mengeluarkan larangan pedagang berjualan di Jalan Cokroaminoto. Larangan ini berlaku efektif mulai 20 September. Bila sampai batas tanggal ini tidak pindah, mereka akan ditertibkan dan barangnya akan disita. (rpd/rud)