Kemensos Garap Program Kewirausahaan untuk Pemberdayaan Santri

AKRAB: Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita berbincang dengan pengasuh Ponpes Zainul Hasan Genggong KH. Moh. Hasan Ainul Yaqin di sela-sela haul ke-17 Nun Kalim KH. Sholeh Nahrawi, Sabtu (15/9). (M. Hilal Lahan Amrullah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

KREJENGAN – Kehadiran Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita ke Pondok Baitu Sholihin, Desa Temenggungan, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (15/9) dimanfaatkan untuk membeberkan program kerja di kementeriannya. Salah satunya pendidikan kewirausahaan bagi santri.

Hal itu disampaikan politisi Partai Golkar itu di hadapan undangan haul ke-17 KH. Sholeh Nahrawi (Nun Kalim). “Kementerian sosial memiliki sejumlah program kearifan lokal, misal membina dan mencetak pengusaha-pengusaha baru di tingkat lokal seperti di pesantren-pesantren. Termasuk di sini,” terangnya.

Untuk mendapatkan program tersebut, pesantren merumuskan dan membuat konsep jenis usahanya. Nanti diberi pendampingan dan modal tanpa bunga. “Dari modal itu kita berikan,” terangnya.

Dengan program tersebut, Agus –sapaan akrabnya – berharap, pesantren menjadi sentra kegiatan sociopreneurship dan entrepreneurship. Tujuan akhirnya, membangun kemandirian di lingkungan pesantren dan masyarakat sekitar. Khususnya mereka yang kurang mampu.

Dalam kunjungannya, Agus Gumiwang didampingi anggota DPR RI Mukhamad Misbakhun dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Wahid Nurrahman. Mereka disambut Ketua Yayasan Zainul Hasan Genggong KH. Mutawakkil Alallah, dan sejumlah pengasuh ponpes.

Pada kesempatan itu, Agus juga mengajak semua pihak untuk mempererat persaudaraan dan menghormati perbedaan. Terlebih menghadapi tahun politik, mulai pileg sampai pilpres. “Mari kita teladani dan aplikasikan kepribadian agung Al-Arif Billah (KH. Sholeh Nahrawi, Red) dalam kehidupan kita sehari-hari,” katanya.

Perbedaan pendapat dan pandangan politik jangan sampai memecah belah persatuan. Justru perbedaan pandangan politik seharusnya semakin memperkuat tujuan berbangsa dan bernegara. Salah satu peran strategis untuk mewujudkan hal ini adalah pesantren. (hil/rf)