Warga Lombok Mencuri di Pandaan, Tapi Akhirnya Dibebaskan Lantaran Gila

NYENGIR: Zulfikri (baju biru) ketika diamankan anggota Polsek Pandaan, Polres Pasuruan, Kamis (15/8). Namun, dia tidak diproses secara hukum karena mengalami gangguan jiwa. (Foto: Rizal Fahmi Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PANDAAN, Radar Bromo– Pria asal Lombok Timur, M. Zulfikri, 22, diamankan warga Perum Asabri, Desa Nogosari, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Kamis (15/8) sekitar pukul 13.30, dia tertangkap basah menyatroni rumah warga Perum Asabri, Rehan, 24.

Sebelum berhasil dibekuk, Zulfikri sempat kabur dari kejaran warga. Namun, sekitar 100 meter dari lokasi kejadian, dia berhasil diamankan. Sejumlah warga juga melaporkannya ke Polsek Pandaan.

“Orangnya (Zulfikri) masuk ke ruang tamu rumah saya. Dia mengambil pecut yang menempel di tembok. Posisi pintu terbuka. Saya pun mengejarnya dan akhirnya tertangkap,” ujar Rehan.

Saat tertangkap, Rehan mengaku langsung mengikat tangan Zulfikri agar tidak kabur. Ketika dimintai keterangan oleh sejumlah warga, dia hanya tersenyum dan ngomel sendiri. Sehingga, emosi warga mereda.

Sekitar 15 menit berselang, sejumlah anggota Polsek Pandaan tiba di lokasi. Tali yang mengikat tangannya dilepas diganti dengan dengan borgol dan kemudian dibawa ke Mapolsek.

Kepada petugas, sikap Zulfikri tetap sama. Dia tersenyum, tertawa, dan ngomel sendiri. Bahkan, bercerita yang aneh-aneh dan di luar nalar. “Saat di Mapolsek langsung kami tangani. Tidak sampai proses hukum lebih lanjut karena pelaku mengalami gangguan jiwa. Korbannya juga tidak menuntut yang dikuatkan dengan surat pernyataan bermaterai,” ujar Kanitreskrim Polsek Pandaan Ipda Budi Luhur. (zal/fun)