alexametrics
24.4 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Terduga Curwan Tewas usai Ditangkap, Kapolsek Tongas Dimutasi  

TONGAS, Radar Bromo – Kematian terduga pelaku pencurian sapi, M. Nuryakin, 40, setelah ditangkap petugas Polsek Tongas, tidak hanya membuat Kapolsek Tongas Iptu Gatot Santoso dinonaktifkan dari jabatannya. Dia juga dimutasi ke Polda Jatim.

Dia dimutasi menjadi Perwira Menengah Pelayanan Markas (Pamen Yanma) Polda Jatim. Selanjutnya, jabatan Kapolsek Tongas diisi oleh Iptu Gendut Wijayanto yang sebelumnya menjabat sebagai Satintelkam Polres Probolinggo Kota.

Kapolres Probolinggo Kota (Kapolresta) AKBP Ambaryadi Wijaya menegaskan, mutasi bagi anggota Polri merupakan hal yang wajar. Selain itu, langkah yang diambil Polda Jatim tersebut dipastikannya juga mempertimbangkan situasi yang kondusif di tengah pandemi Covid-19.

Baca Juga: Siang Ditangkap, Petang Tewas, Warga Lurug Polsek Tongas

“Mutasi jabatan di setiap instansi, termasuk Polri, merupakan hal yang wajar. Yang jelas Pimpinan Polda Jatim menginginkan kondisi Kamtibmas kondusif,” terang Kapolresta, Kamis (16/7) siang.

Meski Iptu Gatot Santoso dimutasi, namun tidak demikian dengan lima anggota Unit Reskrim Polsek Tongas yang menangkap Nuryakin. Mereka hanya dinonaktifkan dari Unit Reskrim.

Baca Juga: Kapolresta: Terduga Curwan Kejang saat Diperiksa sebelum Meninggal

Kasus kematian Nuryakin sendiri, menurut Kapolresta, saat ini masih dalam proses penyelidikan oleh Polda Jatim. Pihaknya belum bisa memberikan progres atau perkembangannya.

Sementara itu, jenazah Nuryakin pun belum dikubur. Sampai Kamis (16/7) siang, jenazahnya masih ada di kamar mayat RSUD dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo.

“Kasus ini masih penyelidikan, masih proses. Termasuk jenazah masih di kamar mayat RSUD,” jelas perwira polisi dengan dua melati di pundaknya ini. (rpd/hn)

 

 

 

 

 

TONGAS, Radar Bromo – Kematian terduga pelaku pencurian sapi, M. Nuryakin, 40, setelah ditangkap petugas Polsek Tongas, tidak hanya membuat Kapolsek Tongas Iptu Gatot Santoso dinonaktifkan dari jabatannya. Dia juga dimutasi ke Polda Jatim.

Dia dimutasi menjadi Perwira Menengah Pelayanan Markas (Pamen Yanma) Polda Jatim. Selanjutnya, jabatan Kapolsek Tongas diisi oleh Iptu Gendut Wijayanto yang sebelumnya menjabat sebagai Satintelkam Polres Probolinggo Kota.

Kapolres Probolinggo Kota (Kapolresta) AKBP Ambaryadi Wijaya menegaskan, mutasi bagi anggota Polri merupakan hal yang wajar. Selain itu, langkah yang diambil Polda Jatim tersebut dipastikannya juga mempertimbangkan situasi yang kondusif di tengah pandemi Covid-19.

Baca Juga: Siang Ditangkap, Petang Tewas, Warga Lurug Polsek Tongas

“Mutasi jabatan di setiap instansi, termasuk Polri, merupakan hal yang wajar. Yang jelas Pimpinan Polda Jatim menginginkan kondisi Kamtibmas kondusif,” terang Kapolresta, Kamis (16/7) siang.

Meski Iptu Gatot Santoso dimutasi, namun tidak demikian dengan lima anggota Unit Reskrim Polsek Tongas yang menangkap Nuryakin. Mereka hanya dinonaktifkan dari Unit Reskrim.

Baca Juga: Kapolresta: Terduga Curwan Kejang saat Diperiksa sebelum Meninggal

Kasus kematian Nuryakin sendiri, menurut Kapolresta, saat ini masih dalam proses penyelidikan oleh Polda Jatim. Pihaknya belum bisa memberikan progres atau perkembangannya.

Sementara itu, jenazah Nuryakin pun belum dikubur. Sampai Kamis (16/7) siang, jenazahnya masih ada di kamar mayat RSUD dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo.

“Kasus ini masih penyelidikan, masih proses. Termasuk jenazah masih di kamar mayat RSUD,” jelas perwira polisi dengan dua melati di pundaknya ini. (rpd/hn)

 

 

 

 

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/