Target Pendapatan dari Sektor Wisata Naik Rp 1 Miliar

INDAH: Matahari terbit di Bromo yang selalu mengundang decak kagum wisatawan. Kabupaten Probolinggo menargetkan pendapatan dari wisata naik miliaran rupiah. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

DRINGU – Pemkab Probolinggo tahun ini menargetkan bisa memperoleh pendapatan asli daerah dari sektor wisata Rp 2,5 miliar. Setelah satu semester bejalan, target itu dinilai terlalu kecil. Sehingga, berencana dinaikkan menjadi Rp 3,5 miliar pada Perubahan APBD 2019.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Dispora Parbud) Kabupaten Probolinggo Sugeng mengatakan, sejauh ini capaian PAD dari sektor pariwisata lumayan tinggi. Hingga akhir semester awal, sudah lebih 50 persen dari target. “Realisasi capaian sekarang PAD dari pariwisata berkisar 60 persen,” ujarnya, Senin (15/7).

Mendapati itu, kata Sugeng, pihaknya akan menaikkan target PAD dari sektor pariwisata dari Rp 2,5 miliar menjadi Rp 3,5 miliar. Sehingga, saat pembahasan Perubahan APBD 2019, target naik Rp 1 miliar. “Kami terus berusaha untuk mendorong PAD dari sektor pariwisata. Karena saat Perubahan APBD 2019 nanti, target PAD pariwisata juga dinaikkan menjadi sekitar Rp 3,5 miliar,” jelasnya.

Untuk mencapai target itu, Sugeng mengaku, ada sejumlah upaya yang telah dilakukan. Salah satunya memaksimalkan destinasi wisata yang selama ini target bulanannya terlampaui. “Seperti wisata Gunung Bromo dan Air Terjun Madakaripura. Realisasi capaiannya sudah melebihi 50 persen. Wisata Bromo awalnya kami target Rp 1 miliar dan akan dinaikkan menjadi sekitar Rp 1,8 miliar,” ujarnya. (mas/fun)