alexametrics
28.6 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Cegah Perpeloncoan saat Pengenalan Sekolah, Dispendik Buka Posko

PROBOLINGGO – Tak jauh berbeda dengan sekolah. Dinas Pendidikan (Dispendik) juga ikut sibuk, saat hari pertama sekolah datang. Seperti Dispendik Kabupaten Probolinggo, yang mendirikan posko pengaduan mengenai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di daerahnya. Posko tersebut, guna menyalurkan aspirasi siswa atau orang tua siswa yang menemukan MPLS tidak sesuai aturan.

Posko MPLS sendiri sebenarnya bukanlah hal baru. Posko tersebut merupakan lanjutan dari posko Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB). Lokasinya berada di lingkungan kantor Dispendik setempat di Kraksaan.

Priyo Siwoyo, Kepala Bidang Pembinaan SMP Dispendik setempat mengatakan, MPLS masih ada kaitannya dengan PPDB. Sehingga, posko PPDB yang ada juga digunakan sebagai posko MPLS. Bila ada orang tua siswa yang mengetahui ada MPLS tidak sesuai aturan, maka berhak melapor ke posko tersebut.

“Untuk MPLS sesuai dengan edaran kemendikbud ada aturannya sendiri. Jadi tidak ada perpeloncoan. MPLS dilakukan guna mengenalkan siswa kepada lingkungan sekolah yang baru. Yaitu dari jenjang SD (Sekolah Dasar) ke jenjang SMP (Sekolah Menengah Pertama),” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan MPLS harus berpedoman kepada Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 18/2016. Di dalamnya terdapat poin bahwa kegiatan MPLS dilakukan pertama dengan mendatangkan orang tua/wali murid. Tujuannya mengenalkan profil sekolah kepada keduanya.

“Selanjutnya yaitu secara simbolis penyerahan peserta didik baru kepada sekolah,” tandasnya.

Ketentuan PLS sendiri jangka waktunya menyesuaikan. Kepala sekolah menjadi penanggung jawab penuh kegiatan tersebut. “Kalau terdapat penyimpangan kami akan menghentikan kegiatan itu,” tambahnya.

Selain itu, pihak dispendik juga melakukan monitoring terhadap kegiatan itu. Mereka tidak berpangku tangan menunggu adanya laporan. Itu, dilakukan guna mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan. Sehingga kegiatan PLS bisa berjalan dengan lancar.

“Untuk hari pertama ini kegiatan lancar. Tidak ada keluhan atapun laporan pelanggaran dari orang tua siswa. Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan aman sampai selesai,” ujarnya.

Sejauh ini siswa baru diperbolehkan tidak menggunakan seragam selama seminggu ke depan. Namun, mereka harus menggunakan seragam sekolah asal. (tom/sid/fun)

PROBOLINGGO – Tak jauh berbeda dengan sekolah. Dinas Pendidikan (Dispendik) juga ikut sibuk, saat hari pertama sekolah datang. Seperti Dispendik Kabupaten Probolinggo, yang mendirikan posko pengaduan mengenai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di daerahnya. Posko tersebut, guna menyalurkan aspirasi siswa atau orang tua siswa yang menemukan MPLS tidak sesuai aturan.

Posko MPLS sendiri sebenarnya bukanlah hal baru. Posko tersebut merupakan lanjutan dari posko Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB). Lokasinya berada di lingkungan kantor Dispendik setempat di Kraksaan.

Priyo Siwoyo, Kepala Bidang Pembinaan SMP Dispendik setempat mengatakan, MPLS masih ada kaitannya dengan PPDB. Sehingga, posko PPDB yang ada juga digunakan sebagai posko MPLS. Bila ada orang tua siswa yang mengetahui ada MPLS tidak sesuai aturan, maka berhak melapor ke posko tersebut.

“Untuk MPLS sesuai dengan edaran kemendikbud ada aturannya sendiri. Jadi tidak ada perpeloncoan. MPLS dilakukan guna mengenalkan siswa kepada lingkungan sekolah yang baru. Yaitu dari jenjang SD (Sekolah Dasar) ke jenjang SMP (Sekolah Menengah Pertama),” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan MPLS harus berpedoman kepada Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 18/2016. Di dalamnya terdapat poin bahwa kegiatan MPLS dilakukan pertama dengan mendatangkan orang tua/wali murid. Tujuannya mengenalkan profil sekolah kepada keduanya.

“Selanjutnya yaitu secara simbolis penyerahan peserta didik baru kepada sekolah,” tandasnya.

Ketentuan PLS sendiri jangka waktunya menyesuaikan. Kepala sekolah menjadi penanggung jawab penuh kegiatan tersebut. “Kalau terdapat penyimpangan kami akan menghentikan kegiatan itu,” tambahnya.

Selain itu, pihak dispendik juga melakukan monitoring terhadap kegiatan itu. Mereka tidak berpangku tangan menunggu adanya laporan. Itu, dilakukan guna mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan. Sehingga kegiatan PLS bisa berjalan dengan lancar.

“Untuk hari pertama ini kegiatan lancar. Tidak ada keluhan atapun laporan pelanggaran dari orang tua siswa. Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan aman sampai selesai,” ujarnya.

Sejauh ini siswa baru diperbolehkan tidak menggunakan seragam selama seminggu ke depan. Namun, mereka harus menggunakan seragam sekolah asal. (tom/sid/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/