alexametrics
26.9 C
Probolinggo
Monday, 23 May 2022

Atap di SDN Bulujaran Lor 3 Rusak Buat Khawatir Siswa dan Orang Tua

TEGALSIWALAN – Siswa di SDN Bulujaran Lor 3, Kecamatan Tegalsiwalan, harus merasakan merasakan suasana yang tak nyaman di tahun ajaran baru ini. Sebab, kondisi sekolah mereka rusak. Bahkan, siswa baru yang diterima disana, merasa was-was lantaran banyak atap sekolah yang jebol.

BAKAL DIBENAHI: Atap di ruang kelas yang rusak di SDN Bulujaran Lor 3 akan dibenahi dalam waktu dekat. (Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)

Dari pantauan media ini, sedikitnya ada tujuh kelas di SDN Bulujaran Lor 3. Tiga ruang kelas diantaranya mengalami kerusakan di bagian atap dan plafon. Kondisi tersebut membuat 31 siswa di kelas empat dan 27 siswa kelas lima, harus berkumpul di satu ruangan yang dibagi menjadi dua kelas.

Padahal di tahun ajaran baru ini, sekolah yang dibangin sekitar tahun 1975 tersebut, menerima 37 siswa baru. Rasa was-was itu juga muncul dari benak orang tua siswa, saat mengantar anaknya sekolah di hari pertama. Sebab, atap yang rusak itu ada di depan kelas.

Seperti yang diungkapkan Ismail, 40, salah satu orangtua siswa. Dia mengatakan bahwa khawatir dengan kerusakan yang terjadi pada atap dan plafon di sekolah. “Langit-langitnya banyak yang berlubang” terang Ismail, selaku orang tua siswa kelas 4, saat ditemui Senin (15/7).

Sebagai orangtua siswa, Ismail berharap ada tindakan dari pihak sekolah maupun pemerintah untuk mengatasi ketakutan walimurid di sana. Terlebih bagi orang tua siswa yang masih baru masuk sekolah. “Sekolah ini sudah lama tidak di renovasi, kalo tidak salah gedung yang tengah itu memang sudah 9 tahun lebih tidak di renovasi,” ucap ismail.

Hal yang sama juga dirasakan ST, orangtua siswa baru di SD tersebut. Dia menyampaikan bahwa anak putrinya harus lebih dijaga ketika ada di area sekolah. “Namanya nak ya pasti mainnya kemana, jadi saya takut nanti kalo langit-langitnya runtuh dan mengenai anak saya” jelas ST.

Kerusakan atap di SDN Bulujaran 3, diakui oleh Heru selaku Wakil Kepala Selolah. Dia menyampakan, meski ada atap dan plafon yang rusak, sejauh ini belum pernah ada kejadian yang membahayakan siswa. Sebab, guru melarang siswa mendekati kelas yang rusak tersebut.

Pada waktu sekolah, siswa tidak diperbolehkan untuk masuk dan bermain di area kelas yang mengalami kerusakan. Ini karena, area kelas yang mengalami kerusakan sangat berbahaya bagi siswa.

“Kedua kelas yang sudah rusak parah sudah di kunci oleh pak Kebun yang ada disini. Karena kalau tidak dikunci, bisa saja anak anak masih main kedalam ruangan kelas yang rusak atap dan plafonnya” imbuhnya.

Kerusakan di SDN Bulujaran Lor 3, tersebut sudah di sampaikan kepada Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo. Sekolah sudah meminta bantuan renovasi kelas yang rusak. Bahkan Dispendi sudah datang sebanyak dua kali ke sekolah untuk mengecek ruang kelas yang rusak.

D sisi lain, Dispendik setempat membenarkan bahwa akan ada rencana perbaikan terhadap SDN Bulujaran Lor 3. Hal itu diungkapkan Dewi Korina, selaku Kepala Dispendik. Dia menyampaikan bahwa di tahun 2019 pihaknya memang untuk bagian renovasi bangungunan sangat memprioritaskan terhadap sarana Gedung ruang kelas dan gedung kamar mandi.

“Untuk SDN Bulujaran Lor 3, kami sudah menyelesaikan perencanaan renovasinya,” terangnya. (mg1/fun)

TEGALSIWALAN – Siswa di SDN Bulujaran Lor 3, Kecamatan Tegalsiwalan, harus merasakan merasakan suasana yang tak nyaman di tahun ajaran baru ini. Sebab, kondisi sekolah mereka rusak. Bahkan, siswa baru yang diterima disana, merasa was-was lantaran banyak atap sekolah yang jebol.

BAKAL DIBENAHI: Atap di ruang kelas yang rusak di SDN Bulujaran Lor 3 akan dibenahi dalam waktu dekat. (Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)

Dari pantauan media ini, sedikitnya ada tujuh kelas di SDN Bulujaran Lor 3. Tiga ruang kelas diantaranya mengalami kerusakan di bagian atap dan plafon. Kondisi tersebut membuat 31 siswa di kelas empat dan 27 siswa kelas lima, harus berkumpul di satu ruangan yang dibagi menjadi dua kelas.

Padahal di tahun ajaran baru ini, sekolah yang dibangin sekitar tahun 1975 tersebut, menerima 37 siswa baru. Rasa was-was itu juga muncul dari benak orang tua siswa, saat mengantar anaknya sekolah di hari pertama. Sebab, atap yang rusak itu ada di depan kelas.

Seperti yang diungkapkan Ismail, 40, salah satu orangtua siswa. Dia mengatakan bahwa khawatir dengan kerusakan yang terjadi pada atap dan plafon di sekolah. “Langit-langitnya banyak yang berlubang” terang Ismail, selaku orang tua siswa kelas 4, saat ditemui Senin (15/7).

Sebagai orangtua siswa, Ismail berharap ada tindakan dari pihak sekolah maupun pemerintah untuk mengatasi ketakutan walimurid di sana. Terlebih bagi orang tua siswa yang masih baru masuk sekolah. “Sekolah ini sudah lama tidak di renovasi, kalo tidak salah gedung yang tengah itu memang sudah 9 tahun lebih tidak di renovasi,” ucap ismail.

Hal yang sama juga dirasakan ST, orangtua siswa baru di SD tersebut. Dia menyampaikan bahwa anak putrinya harus lebih dijaga ketika ada di area sekolah. “Namanya nak ya pasti mainnya kemana, jadi saya takut nanti kalo langit-langitnya runtuh dan mengenai anak saya” jelas ST.

Kerusakan atap di SDN Bulujaran 3, diakui oleh Heru selaku Wakil Kepala Selolah. Dia menyampakan, meski ada atap dan plafon yang rusak, sejauh ini belum pernah ada kejadian yang membahayakan siswa. Sebab, guru melarang siswa mendekati kelas yang rusak tersebut.

Pada waktu sekolah, siswa tidak diperbolehkan untuk masuk dan bermain di area kelas yang mengalami kerusakan. Ini karena, area kelas yang mengalami kerusakan sangat berbahaya bagi siswa.

“Kedua kelas yang sudah rusak parah sudah di kunci oleh pak Kebun yang ada disini. Karena kalau tidak dikunci, bisa saja anak anak masih main kedalam ruangan kelas yang rusak atap dan plafonnya” imbuhnya.

Kerusakan di SDN Bulujaran Lor 3, tersebut sudah di sampaikan kepada Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo. Sekolah sudah meminta bantuan renovasi kelas yang rusak. Bahkan Dispendi sudah datang sebanyak dua kali ke sekolah untuk mengecek ruang kelas yang rusak.

D sisi lain, Dispendik setempat membenarkan bahwa akan ada rencana perbaikan terhadap SDN Bulujaran Lor 3. Hal itu diungkapkan Dewi Korina, selaku Kepala Dispendik. Dia menyampaikan bahwa di tahun 2019 pihaknya memang untuk bagian renovasi bangungunan sangat memprioritaskan terhadap sarana Gedung ruang kelas dan gedung kamar mandi.

“Untuk SDN Bulujaran Lor 3, kami sudah menyelesaikan perencanaan renovasinya,” terangnya. (mg1/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/