Tiga Wartawan yang Ditodong Senjata oleh Polisi Akhirnya Melapor

MELAPOR: Fahrul Mozza (kanan) dan Suyono melaporkan oknum anggota Polres Probolinggo yang sempat menodongnya. Mereka melapor Senin (15/6) lalu. (Foto: Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

KRAKSAAN, Radar Bromo – Penodongan terhadap tiga wartawan media online di Kabupaten Probolinggo, berlanjut. Senin (15/6), mereka melaporkan sejumlah anggota Polres Probolinggo ke Propam.

Mereka adalah Fahrul Mozza, 44, warga Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo. Ia wartawan mitrapublik.com; Septiyan Dwi Cahyo Efendi, 26, warga Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, wartawan sekilasmedia.com; serta, Suyono, 36, warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, wartawan HarianNkri.com.

Fahrul Mozza mengaku bersama Suyono telah menandatangani surat laporan di Mapolres. Ia mengaku melaporkan oknum polisi yang menodongnya karena salah tangkap untuk memberi efek jera. “Harapannya, ada tindakan dari Kapolres atas oknum ini, sehingga ada efek jera,” ujarnya.

 

Baca juga: Waduh, Pulang Liputan, 3 Wartawan di Probolinggo Ditodong Polisi Pakai Senjata

 

Suyono juga sempat memperlihatkan surat tanda penerimaan laporan yang ditandatanganinya. Dalam surat itu, ada oknum polisi berinisial EO yang merupakan anggota Polres Probolinggo. Ia dilaporkan bersama lima temannya yang sama-sama anggota Polres Probolinggo.

Mereka dilaporkan karena dituding menodongkan senjata kepada para pelapor, pada Minggu (15/6), di Desa Jatiurip, Kecamatan Krejangan. Saat itu para pelapor diduga sebagai pelaku kejahatan. Namun, ternyata salah sasaran.

Terpisah Kapolres Probolinggo AKBP Ferdy Irawan membenarkan tiga wartawan itu telah melapor. Karenanya, pihaknya akan segera mengklarifikasi kedua belah pihak. “Dari versi wartawan kronologinya seperti apa dan dari pihak petugas seperti apa. Sementara ini, kami kan masih tahu kronologinya dari media saja,” ujarnya

Ia mengatakan, yang dilakukan anggotanya sesuai dengan informasi yang diterima. Berdasarkan informasi dan hasil penyelidikan anggotanya, mobil itu dinaiki pelaku kejahatan yang masuk daftar pencarian orang (DPO).

“Makanya, ketika kejadian saat sudah membuka masker dan sama-sama tahu salah sasaran, sudah selesai pada waktu itu. Namun, kalaupun keberatan atas salah sasaran itu, tetap kami proses. Tapi, memang masih butuh waktu,” ujarnya. (mg1/rud/fun)