alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

RSUD Bangil Siapkan Poliklinik Kejiwaan untuk Tampung Orang Dengan Gangguan Jiwa

BANGIL – Banyaknya kasus gangguan jiwa menjadi perhatian manajemen RSUD Bangil. Pasalnya, orang dengan gangguan kejiwaan itu, harus menjalani perawatan di luar kota. Seperti di Malang ataupun ke Sidoarjo dan Surabaya.

Padahal, jumlah orang dengan gangguan jiwa di Kabupaten Pasuruan cukup tinggi. Sejak dibuka Februari 2019 hingga April 2019 lalu misalnya, setidaknya ada 39 pasien yang menjalani perawatan.

“Selama ini, pasien dengan gangguan jiwa, harus jauh-jauh ke luar kota. Ini menjadi perhatian kami, supaya mengakomodir mereka. Kasian kalau harus jauh-jauh ke luar kota,” jelas Humas RSUD Bangil, Ghozali.

Jumlah itu bisa saja bertambah seiring dengan banyaknya persoalan di masyarakat. Kompetisi hidup yang ketat membuat orang rentan mengalami gangguan jiwa. Serta persoalan ekonomi dan berbagai problem lainnya juga berpengaruh akan gangguan jiwa tersebut.

“Hal inilah yang mendorong kami untuk menyediakan poli jiwa. Poli ini mulai dibuka sejak Februari namun sekarang terpaksa dihentikan sementara. Karena masih menunggu perekrutan dokter jiwa lagi. Mengingat, dokter jiwa sebelumnya, memilih mundur karena bertugas di RSUD lain,” sambungnya.

Pihaknya mengancang-ancang, poli jiwa ini kembali dibuka Juli 2019. Selain melakukan perekrutan, pihaknya juga akan bekerja sama dengan RSJ Menur Surabaya untuk penyediaan dokter jiwa.

“Ini untuk melayani pasien jiwa. Agar mereka tidak jauh-jauh lagi ke luar kota,” pungkasnya. (one/fun)

BANGIL – Banyaknya kasus gangguan jiwa menjadi perhatian manajemen RSUD Bangil. Pasalnya, orang dengan gangguan kejiwaan itu, harus menjalani perawatan di luar kota. Seperti di Malang ataupun ke Sidoarjo dan Surabaya.

Padahal, jumlah orang dengan gangguan jiwa di Kabupaten Pasuruan cukup tinggi. Sejak dibuka Februari 2019 hingga April 2019 lalu misalnya, setidaknya ada 39 pasien yang menjalani perawatan.

“Selama ini, pasien dengan gangguan jiwa, harus jauh-jauh ke luar kota. Ini menjadi perhatian kami, supaya mengakomodir mereka. Kasian kalau harus jauh-jauh ke luar kota,” jelas Humas RSUD Bangil, Ghozali.

Jumlah itu bisa saja bertambah seiring dengan banyaknya persoalan di masyarakat. Kompetisi hidup yang ketat membuat orang rentan mengalami gangguan jiwa. Serta persoalan ekonomi dan berbagai problem lainnya juga berpengaruh akan gangguan jiwa tersebut.

“Hal inilah yang mendorong kami untuk menyediakan poli jiwa. Poli ini mulai dibuka sejak Februari namun sekarang terpaksa dihentikan sementara. Karena masih menunggu perekrutan dokter jiwa lagi. Mengingat, dokter jiwa sebelumnya, memilih mundur karena bertugas di RSUD lain,” sambungnya.

Pihaknya mengancang-ancang, poli jiwa ini kembali dibuka Juli 2019. Selain melakukan perekrutan, pihaknya juga akan bekerja sama dengan RSJ Menur Surabaya untuk penyediaan dokter jiwa.

“Ini untuk melayani pasien jiwa. Agar mereka tidak jauh-jauh lagi ke luar kota,” pungkasnya. (one/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/