alexametrics
25.4 C
Probolinggo
Wednesday, 6 July 2022

Hujan Turun Dua Jam, Ratusan KK Rumah Warga di Karangketug Terendam

GADINGREJO, Radar Bromo– Untuk keempat kalinya, banjir kembali melanda kawasan Kelurahan Karangketug, Gadingrejo. Sabtu (15/2() malam lalu, ratusan kepala keluarga (KK) di kelurahan  ini terendam.

Tingginya curah hujan di daerah hulu menjadi penyebab utamanya. Kondisi ini membuat warga cukup terganggu dan tidak dapat beristirahat dengan nyenyak malam itu.

Hujan melanda Kota Pasuruan sejak pukul 16.00 hingga pukul 18.00. Durasi hujan yang cukup lama ini membuat debit air di sungai Welang naik dengan cepat. Kebetulan daerah hulu juga terjadi hujan yang cukup deras sejak sore hari.Akibatnya, air mulai memasuki pemukiman warga sekitar pukul 21.00.

Ketinggian air bervariasi antara 30 sentimeter hingga satu meter. Banjir ini membuat sekitar 592 KK di Kelurahan Karangketug terendam. Mereka berada di lingkungan Karang Asem, Rujak Gadung dan Keradenan.

Banjir mencapai puncaknya pada pukul 22.30 dan baru surut sekitar pukul 00.00. Syukur tidak ada warga yang harus dievakuasi akibat peristiwa ini. Namun sejumlah petugas dari relawan, Tagana hingga perlindungan masyarakat (linmas), berjaga di lokasi hingga dini hari. Mereka memberikan bantuan obat obatan dan makanan pada warga yang terdampak.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan mengungkapan ini adalah banjir keempat yang terjadi tahun ini. Meski demikian, tidak sampai ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Bahkan sejumlah warga tetap memilih untuk bertahan di rumahnya hingga banjir surut. (riz/fun)

GADINGREJO, Radar Bromo– Untuk keempat kalinya, banjir kembali melanda kawasan Kelurahan Karangketug, Gadingrejo. Sabtu (15/2() malam lalu, ratusan kepala keluarga (KK) di kelurahan  ini terendam.

Tingginya curah hujan di daerah hulu menjadi penyebab utamanya. Kondisi ini membuat warga cukup terganggu dan tidak dapat beristirahat dengan nyenyak malam itu.

Hujan melanda Kota Pasuruan sejak pukul 16.00 hingga pukul 18.00. Durasi hujan yang cukup lama ini membuat debit air di sungai Welang naik dengan cepat. Kebetulan daerah hulu juga terjadi hujan yang cukup deras sejak sore hari.Akibatnya, air mulai memasuki pemukiman warga sekitar pukul 21.00.

Ketinggian air bervariasi antara 30 sentimeter hingga satu meter. Banjir ini membuat sekitar 592 KK di Kelurahan Karangketug terendam. Mereka berada di lingkungan Karang Asem, Rujak Gadung dan Keradenan.

Banjir mencapai puncaknya pada pukul 22.30 dan baru surut sekitar pukul 00.00. Syukur tidak ada warga yang harus dievakuasi akibat peristiwa ini. Namun sejumlah petugas dari relawan, Tagana hingga perlindungan masyarakat (linmas), berjaga di lokasi hingga dini hari. Mereka memberikan bantuan obat obatan dan makanan pada warga yang terdampak.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan mengungkapan ini adalah banjir keempat yang terjadi tahun ini. Meski demikian, tidak sampai ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Bahkan sejumlah warga tetap memilih untuk bertahan di rumahnya hingga banjir surut. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/