alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Wednesday, 6 July 2022

DLH Panggil Pengelola Pabrik Plastik yang Busanya Cemari Sungai Pandaan

PANDAAN, Radar Bromo – Pemkab Pasuruan mengambil langkah menyusul adanya pencemaran limbah berbusa di sungai Pateguhan, Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan, Jumat (14/2) lalu. Pihak pengelola gudang penggilingan plastik segera dipanggil untuk mengklarifikasi persoalan itu.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan, Khoiron mengaku, pihaknya telah menelusuri limbah berbusa yang mencemari sungai hingga sepanjang 1 kilometer tersebut. Pihaknya juga mengambil sampel limbah sebagai bahan dalam uji laboratorium.

“Sudah kami bawa sampelnya untuk uji lab,” ungkapnya. Akan tetapi, sejauh ini Khorion belum bisa memastikan kandungan limbah tersebut. Menurut dia, hal itu diketahui setelah uji laboratorium rampung.

“Berdasarkan pengaduan masyarakat, kami akan memanggil pengelola (gudang penggilingan plastik),” jelasnya.

Melalui pemanggilan itu pula, pihaknya akan menggali keterangan pengelola terkait sistem pembuangan limbah. Termasuk tindak lanjut pemerintah dalam persoalan itu. “Banyak hal nanti yang akan dikonfirmasi,” tuturnya.

Karena itu, Khoiron belum menjawab ketika ditanya terkait ketersediaan instalasi pembuangan air limbah (IPAL) di gudang penggilingan plastik itu. “Saya ndak bisa menjawab sekarang. Nanti itu dikonfirmasi juga,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Koperasi Al Falah Sidiqiah, Royan menyebut limbah berbusa itu berasal dari drum berisi sabun yang bocor. Kandungan sabun itu cukup pekat karena digunakan untuk mencuci plastik. “Kami juga tidak tahu kenapa bisa bocor, mungkin karena drumnya yang sudah berkarat,” jelasnya.

Sebelumnya, kata Royan, tidak pernah ada kejadian serupa. Sementara limbah berbusa yang sempat memenuhi saluran kini sudah hilang. “Karena memang busa sabun yang mengalir terkena grojokan-grojokan, jadi terlihat besar. Tapi setelah hujan ya habis,” terang dia.

Royan tak bisa menjelaskan terkait ketersediaan IPAL di pabrik plastik itu. Katanya, pengurusan izin IPAL dilakukan langsung oleh tim Al Falah Sidiqiah. “Kami hanya yang di lapangan,” bebernya.

Atas kejadian itu, Royan memastikan aktivitas pabrik dihentikan sementara. “Sekarang diliburkan karena anak-anak kemarin shock,” ucapnya.

Pihaknya juga mengaku siap jika dipanggil Dinas Lingkungan Hidup guna mengklarifikasi persoalan itu. “Ya kami akan mengikuti,” akunya. (tom/mie)

PANDAAN, Radar Bromo – Pemkab Pasuruan mengambil langkah menyusul adanya pencemaran limbah berbusa di sungai Pateguhan, Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan, Jumat (14/2) lalu. Pihak pengelola gudang penggilingan plastik segera dipanggil untuk mengklarifikasi persoalan itu.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan, Khoiron mengaku, pihaknya telah menelusuri limbah berbusa yang mencemari sungai hingga sepanjang 1 kilometer tersebut. Pihaknya juga mengambil sampel limbah sebagai bahan dalam uji laboratorium.

“Sudah kami bawa sampelnya untuk uji lab,” ungkapnya. Akan tetapi, sejauh ini Khorion belum bisa memastikan kandungan limbah tersebut. Menurut dia, hal itu diketahui setelah uji laboratorium rampung.

“Berdasarkan pengaduan masyarakat, kami akan memanggil pengelola (gudang penggilingan plastik),” jelasnya.

Melalui pemanggilan itu pula, pihaknya akan menggali keterangan pengelola terkait sistem pembuangan limbah. Termasuk tindak lanjut pemerintah dalam persoalan itu. “Banyak hal nanti yang akan dikonfirmasi,” tuturnya.

Karena itu, Khoiron belum menjawab ketika ditanya terkait ketersediaan instalasi pembuangan air limbah (IPAL) di gudang penggilingan plastik itu. “Saya ndak bisa menjawab sekarang. Nanti itu dikonfirmasi juga,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Koperasi Al Falah Sidiqiah, Royan menyebut limbah berbusa itu berasal dari drum berisi sabun yang bocor. Kandungan sabun itu cukup pekat karena digunakan untuk mencuci plastik. “Kami juga tidak tahu kenapa bisa bocor, mungkin karena drumnya yang sudah berkarat,” jelasnya.

Sebelumnya, kata Royan, tidak pernah ada kejadian serupa. Sementara limbah berbusa yang sempat memenuhi saluran kini sudah hilang. “Karena memang busa sabun yang mengalir terkena grojokan-grojokan, jadi terlihat besar. Tapi setelah hujan ya habis,” terang dia.

Royan tak bisa menjelaskan terkait ketersediaan IPAL di pabrik plastik itu. Katanya, pengurusan izin IPAL dilakukan langsung oleh tim Al Falah Sidiqiah. “Kami hanya yang di lapangan,” bebernya.

Atas kejadian itu, Royan memastikan aktivitas pabrik dihentikan sementara. “Sekarang diliburkan karena anak-anak kemarin shock,” ucapnya.

Pihaknya juga mengaku siap jika dipanggil Dinas Lingkungan Hidup guna mengklarifikasi persoalan itu. “Ya kami akan mengikuti,” akunya. (tom/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/