alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Baru Dipasang, Pelat Besi JLU Probolinggo Membahayakan

MAYANGAN, Radar Bromo – Pelat besi di Jalan Lingkar Utara (JLU) Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, dikeluhkan warga. Sebab, pelat besi yang dipasang Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Jawa Timur, itu membahayakan pengguna jalan.

Dari keterangan warga sekitar, selain ada sejumlah kendaraan yang selip, ban kendaraan juga ada yang bocor akibat paku pelat yang menganga. Seperti diungkapkan Tupa, 55, warga setempat. Menurutnya, pelat itu dipasang sejak sekitar empat hari lalu. Dua hari setelah pemasangan, ada truk bertonase tinggi yang pecah ban. Sebab, akibat getaran, paku penahan pelat menganga.

“Ada truk dari timur, karena tidak ada rambu dan tidak tahu jika ada pelat itu, truk melaju cukup kencang. Akhirnya, ada suara gembos di rodanya. Truknya berhenti di samping warung saya,” ujar perempuan penjual rujak tersebut.

Tak hanya itu, ketika hujan, kondisi pelat besi itu licin. Sudah ada sejumlah pemotor yang melintas di sana dan bannya selip. “kalau jatuh saya tidak pernah dengar. Tidak tahu kalau malam. Kalau terpeleset ada, tapi tidak sampai jatuh,” ujarnya.

Terpisah Penilik Jalan BBPJN VIII Jawa Timur Wilayah Pasuruan-Probolinggo Taufik Andriadi, mengaku telah mendengar kabar tersebut. Karenanya, pihaknya akan memperbaikinya. “Saya sudah dengar, makanya secepatnya akan kami perbaiki,” ujarnya.

Menurutnya, pelat itu dipasang mengantisipasi jalan yang rusak. Apalagi, konstruksi gorong-gorong sudah kurang bagus. Jika tidak ditutupi dengan pelat, dikhawatirkan ambles.

“Kami menyebutnya gorong-gorong. Soalnya jika sungai, paling tidak lebarnya 6 meter. Kondisi jalan di gorong-gorong yang berlubang itu sangat membahayakan. Makanya, kami pakai pelat untuk mengantisipasi gorong-gorong ambrol,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga akan menambahkan rambu, mengingat di sekitar lokasi juga tidak ada penerangan jalan. Taufik mengatakan, perbaikan yang dilakukan itu bersifat sementara. Sebab, saat ini masih belum ada kontraktor pemenang untuk perbaikan JLU.

“Jadi belum ada kontraktornya. Jika tidak salah, masih masuk masa sanggah. Jika tidak ada kontraktornya, kami juga kebingungan masalah perbaikan, mengingat keterbatasan dana,” ujarnya. (rpd/rud)

MAYANGAN, Radar Bromo – Pelat besi di Jalan Lingkar Utara (JLU) Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, dikeluhkan warga. Sebab, pelat besi yang dipasang Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Jawa Timur, itu membahayakan pengguna jalan.

Dari keterangan warga sekitar, selain ada sejumlah kendaraan yang selip, ban kendaraan juga ada yang bocor akibat paku pelat yang menganga. Seperti diungkapkan Tupa, 55, warga setempat. Menurutnya, pelat itu dipasang sejak sekitar empat hari lalu. Dua hari setelah pemasangan, ada truk bertonase tinggi yang pecah ban. Sebab, akibat getaran, paku penahan pelat menganga.

“Ada truk dari timur, karena tidak ada rambu dan tidak tahu jika ada pelat itu, truk melaju cukup kencang. Akhirnya, ada suara gembos di rodanya. Truknya berhenti di samping warung saya,” ujar perempuan penjual rujak tersebut.

Tak hanya itu, ketika hujan, kondisi pelat besi itu licin. Sudah ada sejumlah pemotor yang melintas di sana dan bannya selip. “kalau jatuh saya tidak pernah dengar. Tidak tahu kalau malam. Kalau terpeleset ada, tapi tidak sampai jatuh,” ujarnya.

Terpisah Penilik Jalan BBPJN VIII Jawa Timur Wilayah Pasuruan-Probolinggo Taufik Andriadi, mengaku telah mendengar kabar tersebut. Karenanya, pihaknya akan memperbaikinya. “Saya sudah dengar, makanya secepatnya akan kami perbaiki,” ujarnya.

Menurutnya, pelat itu dipasang mengantisipasi jalan yang rusak. Apalagi, konstruksi gorong-gorong sudah kurang bagus. Jika tidak ditutupi dengan pelat, dikhawatirkan ambles.

“Kami menyebutnya gorong-gorong. Soalnya jika sungai, paling tidak lebarnya 6 meter. Kondisi jalan di gorong-gorong yang berlubang itu sangat membahayakan. Makanya, kami pakai pelat untuk mengantisipasi gorong-gorong ambrol,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga akan menambahkan rambu, mengingat di sekitar lokasi juga tidak ada penerangan jalan. Taufik mengatakan, perbaikan yang dilakukan itu bersifat sementara. Sebab, saat ini masih belum ada kontraktor pemenang untuk perbaikan JLU.

“Jadi belum ada kontraktornya. Jika tidak salah, masih masuk masa sanggah. Jika tidak ada kontraktornya, kami juga kebingungan masalah perbaikan, mengingat keterbatasan dana,” ujarnya. (rpd/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/