650 KK di Dua Desa Kecamatan Beji Terdampak Banjir

BEJI, Radar Bromo – Hujan deras yang mengguyur wilayah Barat dan Tengah Kabupaten Pasuruan pada Jumat siang hingga petang lalu (14/2), 4 desa di Kecamatan Beji terendam bajir. Hingga Sabtu siang (15/2) Desa Kedungringin dan Desa Beji masih tergenang 20-50 sentimeter.

Nurul Hidayah, 32, warga Kedungringin, Kecamatan Beji, mengatakan, intensitas hujan memang sudah tinggi di Beji sejak siang sampai sore hari. “Kendati hujan derasnya sampai sore, namun banjir mulai tinggi sejak malam pukul 22.00,” terangnya.

Bahkan puncak banjir dikatakan pada tengah malam. Banyak rumah yang tergenang dan sampai siang kemarin, aktivitas masyarakat memang terganggu akibat banjir belum juga surut. “Kalau tiap (hujan) deras disini, memang rutin ada genangan. Namun, dari awal tahun ini sudah 2 kali banjir parah seperti ini,” terangnya.

Taufiqul Ghoni, Camat Beji menjelaskan, banjir sudah mulai terasa naik sejak pukul 17.30 Jumat lalu. Dikatakan banjir terjadi lantaran meluapnya Sungai Wrati, Sungai Pangganglele, Sungai Selorawan dan Sungai Pagak yang berada di Kecamatan Beji.

“Tercatat ada 5 Desa terdampak mulai dari Desa Beji, Kedungringin, Cangkringmalang, Gunungganggsir dan Gunungsari. Namun terparah memang 2 Desa Kedungringin dan Desa Beji yang sampai saat ini (kemarin) genangan masih tinggi,” terangnya.

Tercatat ada 650 KK terdampak, tertinggi berada di Desa Kedungringin. Dari Forkopimda melakukan penyaluran bantuan sembako ke warga terdampak banjir.

Tectona Jati, Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan mengatakan, banjir kemarin terdampak paling parah memang di Kecamatan Beji. Bahkan sampai kemarin di Desa Beji dan Kedungringin tercatat genangan air masih tinggi.

“Banjir di Beji ini akibat luapan Sungai Wrati dan anak sungainya. Imbas dari hujan deras di wilayah Barat mulai dari Pandaan, Gempol dan meluap di Sungai Wrati,” terangnya.

Selain itu, daerah Beji secara geografis tanahnya memang konturnya cekungan. Sehingga, banjir memang lama surutnya. Ketinggian kemarin masih sekitar 20-50 cm.

Untuk membantu warga terdampak, BPBD sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk membuka Dapur umum.

“Termasuk ada juga tanggul di Sungai Wrati yang lokasinya di Kedungringin yang juga yang jebol. Kami juga sudah koordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk segera melakukan pembenahan,” ujarnya. (eka/mie)