Kades Sumberdawesari Divonis Lebih Ringan dari Tuntutan, Warga Terbelah

BANGIL – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bangil memutus hukuman 3 bulan penjara bagi Budiono Subari, Kades Sumberdawesari, Grati, Kabupaten Pasuruan. Vonis itu lebih rendah dari tuntutan JPU, yaitu 5 bulan penjara.

Sidang putusan itu digelar, Selasa (16/1), pukul  13.15. Sidang dipimpin Sri Sulastri sebagai hakim ketua dan Arthemas Sawong sebagai JPU dari Kejari Bangil.

Sebelum membacakan putusan, Sri membacakan uraian hasil persidangan. Termasuk menetapkan apakah terdakwa memenuhi unsur pelanggaran terhadap pasal 335 KUHP. Yaitu, perbuatan tidak menyenangkan atau dengan ancaman kekerasan kepada orang lain.

Sri menyebut, tindakan terdakwa Budiono sudah memenuhi perbuatan tidak menyenangkan atau dengan ancaman kekerasan kepada orang lain. Hakim pun memutuskan hukuman 3 bulan penjara.

Hukuman terhitung sejak terdakwa mulai ditahan pada 28 November 2018. Dengan putusan ini, berarti putusan hakim lebih rendah dari tuntutan jaksa yaitu hukuman 5 bulan penjara.

Terdakwa dan JPU sendiri menerima keputusan itu. Namun, tidak ada komentar dari pihak terdakwa. Suhartuti, 50, istri terdakwa enggan memberikan komentar terkait hasil persidangan.

Sedangkan Suhul, dari keluarga korban Anton, mengaku tidak puas dengan hasil siding. Sebab, hakim memutus hukuman lebih rendah dari tuntutan JPU. “Jelas tidak puas karena hukumannya lebih rendah dari tuntutan jaksa,” ucapnya singkat.

Sementara itu, sidang sendiri dikawal puluhan warga yang pro dan kontra pada Kades Sumberdawesari. Mereka datang ke PN Bangil, sejak sebelum sidang, sekitar pukul 11.00.

Warga yang kontra terhadap kades, datang membawa spanduk. Ada juga yang membawa sound system dan berorasi di depan PN Bangil. Mereka meminta agar hakim dan jaksa bersikap adil. Juga tidak menerima suap, yang membuat hukuman kepada Kades Budiono diperingan.

“Kami ke sini hanya ingin menyaksikan keputusan kepada Kades Sumberdawesari. Jangan sampai putusan yang diberikan di bawah dua bulan dari yang diberikan jaksa,” terang Suhul, keluarga korban.

Suhul menyebut, bila keputusan yang diberikan terlalu ringan, berarti ada main-main antara Jaksa dan Hakim dengan terdakwa. Suhul juga meminta agar massa yang datang jangan terprovokasi. Sebab, ada juga massa lain yang mendukung Kades Budiono.

Rusli Rizal, perwakilan warga Sumberdawesari lainnya berorasi meminta agar hakim bersikap adil. “Kami rela hari ini tidak bekerja agar datang ke sini. Jadi kita minta hakim bersikap adil,” ujarnya.

Sedangkan massa yang pro Kades, tidak membawa spanduk apapun seperti minggu sebelumnya. Mereka hanya melantunkan salawat di PN Bangil. Nia Rahmawati, 31, warga Sumberdawesari yang pro kades mengatakan, dia dan sejumlah warga lainnya tetap ingin kades dibebaskan. Lantaran selama ini warga menilai Budiono adalah orang yang baik dan sering sedekah.

Aksi unjuk rasa ini pun berlangsung sebentar sampai pukul 11.30. Setelah itu kedua massa menunggu di ruang tunggu persidangan sampai sidang dibuka pukul 13.15. (eka/hn)