Alami Gangguan Jiwa, Polisi Pulangkan Pelaku Pencurian Hape di Pandaan yang Sempat Dimassa

PANDAAN – Deby Ade Prasetyo, 23, lolos dari jeratan hukum. Pemuda asal Desa Pucangsari, Kecamatan Purwosari yang sebelumnya sempat dimassa dan diperiksa polisi lantaran mencuri handphone di sebuah rumah kontrakan, dilepas polisi. Kepolisian melepas Deby lantaran memiliki gangguan kejiwaan.

Sebelum dilepas, keluarga Deby sempat sempat mendatangi kepolisian. Mereka mengajukan penangguhan penahanan. Saat itulah polisi meyakini bahwa Deby mengalami gangguan jiwa. Yang bersangkutan akhirnya dikembalikan ke pihak keluarga.

“Kasus hukumnya diselesaikan dengan secara kekeluargaan. Mediasi dilakukan antara pihak korban dengan pelaku,” tutur Kanitreskrim Polsek Pandaan Iptu Suparlan saat ditemui di kantornya.

Suparlan menyebutkan, ketika pelaku melakukan aksi kejahatannya mencuri HP milik korban di rumah kontrakannya, ternyata baru pulang dari rumah sakit jiwa (RSJ) di Lawang, Malang. Bahkan Deby statusnya dalam masa pengawasan dan berobat jalan.

“Dengan segala pertimbangan kondisi pelaku juga mengetahui korbannya dan mengacu pasal 44 KUHP, upaya inilah (kekeluargaan) yang kami tempuh,” tegasnya.

Untuk pelaku lainyang kabur, identitasnya sudah diketahui. Dia adalah DP, 24, asal Sidoarjo yang berperan sebagai joki motor. Khusus untuk DP, polisi tetap mentindaklanjuti dan saat ini masih dalam pengejaran atau belum tertangkap katanya.

“Satu pelaku lainnya atau DP, tetap proses lidik di lapangan dan sekaligus kami tindak lanjuti. Dugaan kuat kami dialah otaknya, memanfaatkan sekaligus mengajak Deby Ade Prasetyo yang ternyata alami gangguan jiwa,” ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Deby Ade Prasetyo nekad mencuri HP milik Setio Andrianto, 31, warga Desa Gambiran, Kecamatan Prigen. Aksi pencurian itu dilakukan di rumah kontrakan yang berada di Dusun Jatianom, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, pada Minggu (13/1) dinihari.

Deby bahkan sempat dihakimi massa, sebelum akhirnya diamankan polisi. Setelah ditangkap, polisi sempat memprosesnya. Namun dalam pemeriksaan, polisi mendapati ada

keterangan yang janggal. Ternyata, pelaku yang diperiksa mengalami gangguan jiwa. (zal/fun)