Viral Video Tawuran Remaja di Pelabuhan Probolinggo, Polsek Mayangan Turun Tangan

MAYANGAN, Radar Bromo – Sebuah video tawuran remaja di Pelabuhan Probolinggo, Kecamatan/Kelurahan Mayangan, Kota Probolinggo sedang viral beberapa hari ini. Polsek Mayangan memastikan, sudah menyelesaikan kasus itu.

Kanit Reskrim Polsek Mayangan Iptu Mugi menyebut, tawuran itu dipicu salah paham. Kejadiannya Minggu (8/12) pagi di Pelabuhan Probolinggo. Saat tawuran terjadi, ada yang merekam kejadian itu lantas mengunggahnya di medsos. Sehingga, kemudian menyebar video tawuran dengan durasi 22 detik.

Warga setempat menurut Iptu Mugi, lantas melaporkan tawuran itu pada Polsek Mayangan. Karena itu, pihaknya langsung mendatangi lokasi saat tawuran terjadi.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh petugas dari para pelajar, mereka yang terlibat perkelahian sebenarnya berteman. Perkelahian sendiri terjadi lantaran salah paham.

Ada belasan remaja usia SMP yang terlibat tawuran itu. Di video itu terlihat, beberapa remaja berkelahi dengan remaja yang lain. Kemudian coba dilerai oleh rekan-rekannya.

“Kejadian di video itu sudah saya datangi saat itu. Dan rupanya ada kesalahpahaman antar teman saja. Tidak ada korban jiwa. Kasus itu sudah diselesaikan,” terang Iptu Mugi.

Kendati demikian, pihaknya melakukan langkah antisipasi untuk menghindari tawuran serupa. Sebab, menurutnya tawuran ini termasuk kenakalan remaja.

Di antaranya dengan patroli rutin setiap jam rawan. Baik di Pelabuhan Probolinggo, juga di JLU. Juga digelar razia dan arahan pada tiap kelompok pemuda. Baik pengendara pengguna jalan, maupun yang bergerombol di tempat tongkrongan.

“Kami sudah lakukan giat patroli, baik dengan sistem terbuka dan tertutup. Lokasinya juga menyisir pelabuhan,” pungkasnya.

 

Lakukan Pembinaan pada Remaja Anarkis

Sementara itu, kenakalan remaja dinilai kian marak terjadi di Kota Probolinggo. Bahkan, walaupun razia rutin sudah dilakukan Satpol PP Kota Probolinggo,  kenakalan remaja masih banyak.

Yang terakhir yaitu, pengerusakan Warung 45 oleh sepuluh remaja di Jl Panglima Sudirman, Senin (2/12) malam. Juga, tawuran remaja usia SMP di Pelabuhan Probolinggo pada Minggu (8/12) pagi.

Menyikapi hal itu, anggota full timer Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Probolinggo A.S Anwar angkat bicara. Menurutnya, P2TP2A akan melakukan pembinaan-pembinaan terhadap remaja yang melakukan tindak anarkis.

“Jika anak berhadapan dengan hukum, kami sebagai petugas siap mendampingi. Namun, apabila anak melakukan kejahatan di luar batas, tetap akam diproses sasuai hukum yang berlaku,” terang Anwar.

Untuk mengantisipasi kenakalan remaja, P2TP2A menurutnya, akan berkoordinasi dengan stakeholder terkait. Termasuk Binmas dari Mapolresta.

“Kami bekerja sama dengan Binmas Polresta melakukan sosialisasi terkait kekerasan terhadap anak dengan cara jadi Irup (Inspektur Upacara) di waktu upacara. Termasuk sosialisasi di sekolah secara bergiliran,” katanya.

Hal serupa diungkapkan Murniati Rahayu Listiani, ketua P2TP2A periode sebelumnya. Murniati sangat menyayangkan kenakalan remaja yang terus terjadi. Menurutnya harus ada pengintensifan sosialisasi di sekolah.

“Menurut saya harus lebih intensif sosialisasi di sekolah bersama leading sector terkait. Jadi harus ada kepedulian dari pemerintah dan mendengarkan aspirasi anak agar mempunyai wadah,” bebernya.

Terakhir, anak harus dikawal dan didampingi. Sehingga dapat menekan tingkat kenakalan. “Harus ada ajang diskusi, peran serta dan keterlibatan masyarakat juga sangat dibutuhkan guna mengurangi kenakalan remaja,” pungkasnya. (rpd/hn)