Penjambret Istri Perangkat Desa di Kraksaan Residivis, Baru Dipecat

KREJENGAN – Tak hanya merasakan bogem mentah warga. Fathur Anwar kini juga harus mendekam di sel tahanan. Pemuda 25 tahun asal Bulu, Kraksaan itu harus menanggung perbuatan nekatnya; menjambret di jalan raya Kraksaan, Rabu siang (14/11).

Ia menjambret dompet istri perangkat desa Asembagus, Desita Lusiana, 22 yang membonceng istri Kades Asembagus, Siti Barokah, 43.

Kapolsek Krejengan Iptu Yuliana mengaku telah mengamankan pelaku. Dari balai Desa Patemon, Krejengan, dia dibawa anggotanya yang kebetulan tengah patroli.

“Pelaku juga membawa sajam celurit di jok motornya. Sekarang semua barang bukti, mulai dari motor korban dan pelaku, dompet korban dan sajam pelaku sudah diamankan,” katanya.

Namun, Yuliana mengatakan, pelaku akan dilimpahkan ke Mapolsek Kraksaan. Sebab, lokasi kejadian penjambret itu dilakukan di wilayah hukum Polsek Kraksaan. “Proses penyidikan dan pengembangannya menjadi wewenang Polsek Kraksaan,” ujarnya.

Sementara itu, Fathur mengaku sebelumnya tidak pernah menjambret. Ia mengaku, nekat mencuri karena sehari sebelumnya diberhentikan dari tempat kerjanya di sebuah toko keramik.

Sementara, dirinya sendiri memiliki istri dan anak yang harus dinafkahi. “Saya pernah ditahan sekali karena kasus makai pil,” ujarnya. (mas/rud/mie)