Diwarnai Kartu Merah-Gol Menit Akhir, Derby Pasuruan Berakhir Imbang

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Laga derby Pasuruan yang mempertemukan Persekap dengan Persekabpas berlangsung sengit. Tensi pertandingan yang tersaji di Stadion Untung Suropati itu, memanas sejak menit awal.

Di babak pertama, dua tim saling jual beli serangan. Skema penyerangan yang dibangun Khoirul Togog Anwar mulai mengancam pertahanan Persekabpas. Gelandang nomor punggung 7 itu memberi umpan ke Dony Sandy Pribadi di sayap kanan.

Dony langsung melepaskan bola ke Ari Handika di sisi kiri. Andika Ramadani yang mendapat giliran sebagai eksekutor langsung shooting ke arah gawang. Sayangnya, bola melambung jauh di atas gawang M. Alfarisi.

Lagi-lagi peluang didapat Persekap. Kali ini, bek Persekap Sulaiman menjadi eksekutor sepak pojok. Di depan gawang, Khoirul Togog Anwar terus dibayang-bayangi Ali Khumaidi. Bola melesat tepat di depan gawang.

Untung bagi Persekap. Karena upaya gelandang Persekapbas Denta Yogi membuang bola justru berbuah gol bunuh diri di menit ke 19. Tertinggal satu gol membuat tim Persekabpas berambisi menyamakan kedudukan. Pemain tengah Burhan Afludin mampu melewati beberapa pemain Persekap. Bola lalu diumpan kepada striker Rendi Reovaldo.

Rendi menggiring bola hingga depan gawang Persekap. Namun, upayanya mencetak gol digagalkan kiper Persekap. Tendangan yang dilepaskan Rendi dengan mudah terbaca oleh Achmad Humaidi.

Beberapa menit sebelum turun minum, Persekap kembali mendapat peluang cantik. Aksi kiper Persekabpas M. Alfarisi meninggalkan kotak 16 nyaris membuat timnya terancam. Striker Persekap Andika Ramadani dihadang Ali Khumaidi dan Dino Baggio. Kawalan dua pemain itu tampaknya membuat Andika kurang tenang. Sehingga tendangannya meleset dari gawang.

Memasuki babak kedua, Persekap kembali berupaya memperlebar selisih skor. Meski tribun penonton dipenuhi supporter tim tamu. Di menit ke 68, Khoirul “Togog” Anwar menyarangkan bola ke gawang Persekabpas. Namun gol itu dianulir oleh wasit Athfin Adi Utama lantaran terjadi handsball.

Pertandingan kembali bergulir dengan tensi panas. Beberapa insiden keras terjadi. Pengadil lapangan bahkan sudah mengeluarkan lima kartu kuning untuk kedua tim.

Di menit 88, Khoirul Togog Anwar didepak keluar lapangan, karena dua kali diganjar kartu kuning. Sebelumnya ia menyampaikan protes kepada wasit, karena tak mengindahkan pelanggaran yang dialami.

Persekabpas memanfaatkan timpangnya jumlah pemain tim tuan rumah. Beberapa kali shooting masih bisa diselamatkan kiper Persekap Achmad Humaidi. Gol balasan baru tercipta di menit akhir. Paat memanfaatkan bola lambung yang diceploskan ke gawang Persekap. Khumaidi tak mampu meraih bola. Laga derby itu berakhir 1-1.

Pelatih Persekap Aris Budi Prasetyo mengapresiasi para pemainnya. Ia justru menyoroti kinerja wasit, karena timnya semestinya bisa unggul. Namun gol dianulir. “Tadi juga mestinya ada penalti, tapi lagi-lagi wasit kurang cermat,” jelasnya.

Aris menilai, anak asuhnya sudah tampil maksimal. Namun, para penggawa Persekap kehilangan konsentrasi setelah keluarnya Khoirul Anwar. Aris menyebut, hal itu cukup mempengaruhi mental tim. “Saya tetap bangga apalagi derby Pasuruan. Kami kemarin kalah di Bangil, tapi di sini bisa draw itu masih prestise,” bebernya.

Pelatih Persekabpas M Fakhrudin juga mengomentari kinerja wasit. Menurutnya, wasit kurang fair memimpin pertandingan. Namun, Fakhrudin enggan berbicara lebih jauh mengenai hal itu.

“Yang jelas pertandingan sore ini cukup bagus. Anak-anak bisa menciptakan banyak peluang. Meski harus diakui kiper Persekap juga baik. Untungnya tadi bisa ambil peluang setelah Persekap tersisa 10 pemain,” tandasnya. (tom/hn)