Kompor Masih Menyala saat Pergi ke Toko, Rumah di Gending Terbakar

GENDING, Radar Bromo – Warga Dusun Karnin Wetan, Desa Sumberkerang, Kecamatan Gending, dibuat gempar,  Selasa (15/9) malam. Ini setelah rumah milik Sulkan Amar, 55, terbakar. Api yang berkobar besar membuat atap rumah dan setengah bangunan rumah hangus dilalap api. Kebakaran membuat panik warga sekitar, sebab berada di pemukiman padat penduduk.

Informasi yang dihimpun radarbromo.jawapos.com, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 18.30. Saat itu istri pemilik rumah sedang merebus air diatas kompor. Kemudian kompor ditinggal dalam keadaan menyala dengan kondisi rumah dalam keadaan kosong.

“Saat itu istri pemilik rumah pergi ke toko yang berada di sebelah barat rumah tanpa mematikan kompor,” ujar Sekretaris Desa Sumberkerang, Bunadi.

Tak lama setelah ditinggal pergi, telihat kepulan asap putih berasal dari dapur yang berada di sisi sebelah selatan rumah membumbung tinggi. Hal ini membuat tetangga penasaran dan mendatangi sumber asap. Lantas tetangga memanggil pemilik rumah namun tidak ada respon.

“Tetangga dekat rumah saat melihat kepulan asap memanggil pemilik rumah, tetapi tidak ada jawaban,” terangnya.

Diduga menyambar benda yang mudah terbakar, api kemudian cepat membesar. Sehingga menghanguskan dapur dan atap rumah yang terbuat dari kayu. Kobaran api yang semakin membesar kemudian coba dipadamkan secara manual oleh warga sekitar.

“Begitu api membesar, warga secara spontan berusaha memadamkan api. Upaya itu dilakukan sambil menunggu pemadam kebarakaran yang sudah dihubungi,” tuturnya.

Sementara itu Kasi Pemadaman dan Penyelamatan Pemadam Kebakaran Kabupaten Probolinggo, Suud mengatakan bahwa pihaknya mendapat laporan terjadi kebakaran sekitar pukul 18.45 menit. “Begitu mendapatkan laporan, kami langsung menanyakan tempat kejadian secara lengkap dan merapat kelokasi,” ujarnya.

Informasi yang diterima oleh Pemadam Kebakaran lokasi merupakan daerah padat penduduk. Untuk mempercepat pemadaman dan mengantisipasi terjadinya resiko besar, maka diturunkan dua unit mobil pemadam kebarakaran.

Butuh waktu 15 menit hingga sampai kelokasi. Sesampainya dilokasi pemadam langsung menuju pusat api yang berada disisi sebelah selatan rumah. Kemudian titik api dipadamkan dengan menyiram dengan air. Tidak hanya itu, atap yang membara juga tak luput dari penyiraman air.

Selama satu jam pemadam kebarakan dibantu warga sekitar memadamkan api. Kemudian setelah api dipadamkan dilakukan pembasahan selama 30 menit untuk memadamkan sisa bara api. (ar/fun)