alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Demi Keamanan, Lapas Pasuruan Harus Rutin Rolling Gembok

PURWOREJO, Radar Bromo – Petugas terus berupaya agar keamanan lembaga pemasyarakatan (Lapas) IIB Pasuruan tetap terkendali. Salah satunya dengan melakukan rolling gembok atau pertukaran gembok secara berkala.

Sabtu (14/9), petugas keamanan Lapas IIB Pasuruan melakukan rolling puluhan gembok di sejumlah ruangan lapas. Ini dilakukan untuk meminimalisir puluhan gembok yang bisa saja dirusak oleh warga binaan.

Kepala pengamanan Lapas IIB Pasuruan, Afan Sulistyono mengungkapkan rolling gembok dilakukan pada 45 buah gembok. Rinciannya, 35 gembok di kamar hunian dan 10 gembok di ruang sel isolasi.

Sistem rolling ini dilakukan dengan merotasi atau menukar peruntukan gembok di ruang A ke ruang D dan sebaliknya. Serta ruang B ke ruang C dan sebaliknya. Rolling Gembok ini dilakukan rutin secara berkala.

“Ini bukannya tanpa alasan. Sebab, penghuni Lapas kan majemuk. Gembok harus ditukar secara berkala agar tidak terjangkau oleh warga binaan,” ungkap Afan.

Sementara itu, Kasi Administrasi, Keamanan dan Ketertiban Lapas IIB Pasuruan, Suwarno menambahkan, rolling gembok dilakukan biasanya minimal sebulan sekali. Tujuannya agar gembok tidak mudah rusak.

Misalnya, dirusak oleh warga binaan dengan menggergaji atau menggunakan cairan untuk menghancurkan gembok. Karena itu, jika ada gembok yang rusak maka akan langsung diganti yang baru.

“Memang sering terjadi kerusakan gembok. Ini antisipasi hal yang tidak diinginkan. Kalau ada yang rusak, ya langsung ganti dengan stok baru. Tidak pernah kami perbaiki,” terang Suwarno. (riz/fun)

PURWOREJO, Radar Bromo – Petugas terus berupaya agar keamanan lembaga pemasyarakatan (Lapas) IIB Pasuruan tetap terkendali. Salah satunya dengan melakukan rolling gembok atau pertukaran gembok secara berkala.

Sabtu (14/9), petugas keamanan Lapas IIB Pasuruan melakukan rolling puluhan gembok di sejumlah ruangan lapas. Ini dilakukan untuk meminimalisir puluhan gembok yang bisa saja dirusak oleh warga binaan.

Kepala pengamanan Lapas IIB Pasuruan, Afan Sulistyono mengungkapkan rolling gembok dilakukan pada 45 buah gembok. Rinciannya, 35 gembok di kamar hunian dan 10 gembok di ruang sel isolasi.

Sistem rolling ini dilakukan dengan merotasi atau menukar peruntukan gembok di ruang A ke ruang D dan sebaliknya. Serta ruang B ke ruang C dan sebaliknya. Rolling Gembok ini dilakukan rutin secara berkala.

“Ini bukannya tanpa alasan. Sebab, penghuni Lapas kan majemuk. Gembok harus ditukar secara berkala agar tidak terjangkau oleh warga binaan,” ungkap Afan.

Sementara itu, Kasi Administrasi, Keamanan dan Ketertiban Lapas IIB Pasuruan, Suwarno menambahkan, rolling gembok dilakukan biasanya minimal sebulan sekali. Tujuannya agar gembok tidak mudah rusak.

Misalnya, dirusak oleh warga binaan dengan menggergaji atau menggunakan cairan untuk menghancurkan gembok. Karena itu, jika ada gembok yang rusak maka akan langsung diganti yang baru.

“Memang sering terjadi kerusakan gembok. Ini antisipasi hal yang tidak diinginkan. Kalau ada yang rusak, ya langsung ganti dengan stok baru. Tidak pernah kami perbaiki,” terang Suwarno. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/