2 Sekolah Ini Diusulkan untuk Jadi Sekolah Tanpa Bak Sampah

KANIGARAN, Radar Bromo – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Probolinggo mengusulkan 2 sekolah untuk menjadi pilot project sekolah tanpa bak sampah. Dua sekolah tersebut adalah SDN Mangunharjo 6 dan SDN Mangunharjo 12, di Kecamatan Mayangan.

“Kami mengusulkan 2 sekolah ini karena dinilai paling siap untuk menjadi sekolah tanpa bak sampah. Kedua sekolah ini termasuk sekolah Adiwiyata Mandiri yang sudah berlangsung cukup lama,” ujar Slamet Zainul Arifin, ketua PGRI Kota Probolinggo saat ditemui harian Jawa Pos Radar Bromo beberapa waktu lalu.

Kesiapan ini berupa dari kesiapan siswanya untuk tidak disediakan bak sampah di sekolah. Siswa di sekolah tersebut dinilai telah terbiasa dengan kebiasaan untuk membuang sampah di tempat yang telah disediakan.

“Sekolah tanpa bak sampah ini maksudnya adalah di sekolah tersebut tidak disediakan tempat sampah. Jadi, bagi siswa yang kebetulan membawa sampah maka harus membawa tempat sendiri untuk membuang sampah,” ujarnya.

Zainul menambahkan, setiap siswa bisa untuk sementara mengantongi sampah yang dia hasilkan. Kemudian setelah pulang sekolah baru dibuang di tempat sampah di luar sekolah.

Sementara itu Wakil Wali Kota Probolinggo, Moch Soufis Subri dalam Sarasehan Pelaksanaan Program IUWASH Plus di Gazebo Jati Kampung Seni, Jumat (13/9) membenarkan adanya program sekolah bebas bak sampah.

“Ada 2 sekolah yang diusulkan untuk masuk program sekolah tanpa bak sampah. Dimana nantinya di sekolah tersebut tidak disiapkan bak sampah. Karena tidak ada bak sampah, maka ketika punya sampah maka anak-anak membawa sampahnya dulu,” terang Wawali. (put/fun)