Radar Bromo

Perampok Indomaret di Sidoarjo yang Ditembak Mati Pernah Beraksi di Beji

BEJI – Dikejar tim gabungan Buser Polsek Beji dan Satreskim Polres Sidoarjo, membuat Adi Hermawan alias Bule terdesak. Dari balik bajunya, Bule pun langsung menarik sangkur. Dan mengacungkan sangkur itu pada petugas.

Kontak fisik antara Bule dengan petugas pun tak terhindarkan. Seorang petugas lantas mengeluarkan tembakan peringatan. Bahkan, sampai dua kali. Tujuannya, memperingatkan Bule agar menyerah.

Namun, spesialis perampok Indomaret itu tidak mau menyerah. Lelaki 32 tahun itu malah menyabetkan sangkur pada petugas.

Hingga akhirnya, petugas mengeluarkan tembakan dan mengenai dada Bule. Pagi, pukul 04.00 di hari Sabtu (13/7) itu, Bule tersungkur di Jalan Raya Glagah Arum, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo.

Saat itu juga petugas melarikan Bule ke RS Bhayangkara Pusdik Gasum Porong, Sidoarjo untuk mendapat perawatan medis. Namun, nyawa warga Gunungsari, Kelurahan Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya, itu tak terselamatkan. Bule meninggal setelah melewati drama kejar-kejaran dengan petugas hingga berujung penembakan.

Kanitreskrim Polsek Beji Ipda Tatok menyampaikan, tersangka merupakan spesialis pencurian dengan kekerasan (curas) di sejumlah Indomaret. Tersangka dua kali melakukan aksi curat di Indomaret di wilayah Sidoarjo dan satu kali di wilayah Cangkringmalang, Kecamatan Beji.

Perampokan Indomaret di Cangkringmalang dilakukan pada 6 Juli 2019. Tersangka tidak sendirian. Setiap beraksi, dia melakukannya bersama Tino Santoso, 28. Warga Perum Taman Puspa Sari, Desa Kalipacabean, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo.

“Tindak perampokan Indomaret di wilayah Beji itulah yang menjadi dasar penyelidikan dan perburuan kami terhadap kedua tersangka,” kata Tatok.

Menurut Tatok, kedua pelaku tidak hanya spesialis rampok Indomaret. Keduanya juga residivis tiga kasus penjambretan dan penyalahgunaan narkoba di Surabaya.

Bahkan, mereka baru keluar penjara enam bulan terakhir. Namun, bukannya bertobat, keduanya malah kembali berulah. Termasuk, merampok Indomaret di Cangkringmalang, Kecamatan Beji.

Penangkapan kedua tersangka bermula dari penyelidikan yang dilakukan Polsek Beji. Setelah mendapatkan ciri-ciri pelaku, Polsek Beji berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Sidoarjo untuk memburu keduanya.

Upaya perburuan itu berbuah hasil. Tino Santoso digerebek di rumahnya, Jumat (12/7), pukul 22.30. Dari situlah, petugas berhasil mengantongi nama rekannya, Adi Hermawan alias Bule.

Petugas gabungan Buser Polsek Beji dan Satreskim Polres Sidoarjo pun bergerak melakukan pengejaran ke dua. Upaya itu membuahkan hasil.

Sabtu (13/7) pagi, petugas mendapati tersangka Adi Hermawan alias Bule melintas di Jalan Raya Glagah Arum, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo. Sendirian dia mengendarai motor.

“Tersangka mengendarai motor. Kami kemudian mengejar tersangka,” imbuh Tatok.

Aksi kejar-kejaran antara petugas dengan tersangka tak terhindarkan. Hingga tak lama kemudian, tersangka berhasil dihentikan petugas. Namun, bukannya menyerah, tersangka malah melawan.

Bahkan, tersangka mengeluarkan sangkur untuk menyerang petugas. Dua kali tembakan peringatan ke udara sempat diletuskan petugas. Namun, pelaku bergeming. Bahkan, ia nekat menyabetkan sangkur ke arah petugas.

“Karena dianggap membahayakan jiwa, kami pun melakukan penembakan,” sambung Tatok.

Tembakan itu mengarah ke dada tersangka. Hingga tersangka tersungkur oleh timah panas yang bersarang di dadanya.

Tatok menambahkan, sejumlah barang bukti berhasil diamankan dari kedua tersangka. Selain satu unit Honda Vario, juga ada Honda Beat, handphone, serta uang tunai Rp 20 juta.

“Kami juga mengamankan satu alat sabu-sabu serta delapan poket sabu-sabu beserta satu bungkus pil koplo berlogo Y dalam bentuk serbuk. Tersangka memang sering melakukan aksi kejahatan untuk bersenang-senang,” ulasnya. (one/fun)