alexametrics
29.5 C
Probolinggo
Sunday, 22 May 2022

Kepala Desa di Beji Ini Malah Didemo Warganya Lantaran Enggan Ikut Pilkades

BEJI – Ratusan warga Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, menggeruduk rumah kepala desa setempat, Vicky Ariyanto. Uniknya, mereka menggelar unjuk rasa Minggu (14/7), bukan untuk mendesak kepala desa setempat mundur dari jabatannya. Melainkan, untuk mendorong agar Vicky kembali maju sebagai calon kepala desa periode berikutnya.

BANYAK: Massa yang berkumpul di Kedungringin dan meminta Vicky Ariyanto untuk nyalon kades lagi. (Iwan Andrik/Jawa Pos Radar Bromo)

“Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Kami minta Pak Vicky maju lagi pada tahun ini,” kata Hendri Sulfiyanto, koordinator aksi unjuk rasa tersebut.

Warga menggelar aksi unjuk rasa itu, dengan berkeliling kampung. Mereka menggelar konvoi keliling desa, untuk mengajak massa yang lain. Ada yang menggunakan motor, ada pula yang mengendarai mobil dan pikap. Aksi konvoi itu, berakhir di rumah kepala desa.

Di situlah, mereka kemudian menyampaikan unek-uneknya. Menurut Hendri, Vicky merupakan salah satu putra terbaik Kedungringin, Kecamatan Beji. Selama kepemimpinannya, banyak pembangunan-pembangunan yang sudah direalisasikan.

Hanya saja, masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Sehingga, warga masih membutuhkan dirinya, untuk melanjutkan pembangunan yang ada.

“Kami ingin Bapak Vicky, melanjutkan program-program pembangunan yang ada di desa. Salah satunya kantor desa, yang belum rampung sepenuhnya. Dan lagi, persoalan rencana penggusuran rumah warga, yang berada di Kalimati, harus diselesaikannya,” tukas dia.

Ratusan massa itu, juga mengancam akan anarkis, seandainya Vicky tidak mencalonkan diri sebagai kepala desa. “Kalau sampai tidak maju, kami akan anarkis,” ungkap pengunjuk rasa lainnya.

Kepala Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, Vicky Ariyanto mengaku, kalau dirinya memang ingin istirahat. Tidak ingin mencalonkan kembali sebagai kepala desa pada pilkades serentak 2019 ini. Banyak hal yang menjadi pertimbangannya.

Salah satunya, banyaknya lembaga yang menyoroti kinerja kepala desa. Ia khawatir, meski sudah berhati-hati dan sebaik mungkin dalam menjalankan tugas, masih tetap ada masalah yang menyandungnya. Terutama masalah hukum.

“Sebenarnya saya ingin istirahat. Anda sendiri tahu, kalau kepala desa itu, sekarang makin banyak disorot. Baik dari aparat penegak hukum maupun dari lembaga-lembaga lainnya,” sambung dia.

Namun, niatan itu bakal digugurkannya. Menyusul banyaknya warga yang menghendakinya, untuk kembali maju sebagai kepala desa.

“Kalau warga menghendaki seperti itu, insyaallah saya akan maju pada pilkades 2019 ini,” pungkasnya. (one/fun)

BEJI – Ratusan warga Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, menggeruduk rumah kepala desa setempat, Vicky Ariyanto. Uniknya, mereka menggelar unjuk rasa Minggu (14/7), bukan untuk mendesak kepala desa setempat mundur dari jabatannya. Melainkan, untuk mendorong agar Vicky kembali maju sebagai calon kepala desa periode berikutnya.

BANYAK: Massa yang berkumpul di Kedungringin dan meminta Vicky Ariyanto untuk nyalon kades lagi. (Iwan Andrik/Jawa Pos Radar Bromo)

“Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Kami minta Pak Vicky maju lagi pada tahun ini,” kata Hendri Sulfiyanto, koordinator aksi unjuk rasa tersebut.

Warga menggelar aksi unjuk rasa itu, dengan berkeliling kampung. Mereka menggelar konvoi keliling desa, untuk mengajak massa yang lain. Ada yang menggunakan motor, ada pula yang mengendarai mobil dan pikap. Aksi konvoi itu, berakhir di rumah kepala desa.

Di situlah, mereka kemudian menyampaikan unek-uneknya. Menurut Hendri, Vicky merupakan salah satu putra terbaik Kedungringin, Kecamatan Beji. Selama kepemimpinannya, banyak pembangunan-pembangunan yang sudah direalisasikan.

Hanya saja, masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Sehingga, warga masih membutuhkan dirinya, untuk melanjutkan pembangunan yang ada.

“Kami ingin Bapak Vicky, melanjutkan program-program pembangunan yang ada di desa. Salah satunya kantor desa, yang belum rampung sepenuhnya. Dan lagi, persoalan rencana penggusuran rumah warga, yang berada di Kalimati, harus diselesaikannya,” tukas dia.

Ratusan massa itu, juga mengancam akan anarkis, seandainya Vicky tidak mencalonkan diri sebagai kepala desa. “Kalau sampai tidak maju, kami akan anarkis,” ungkap pengunjuk rasa lainnya.

Kepala Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, Vicky Ariyanto mengaku, kalau dirinya memang ingin istirahat. Tidak ingin mencalonkan kembali sebagai kepala desa pada pilkades serentak 2019 ini. Banyak hal yang menjadi pertimbangannya.

Salah satunya, banyaknya lembaga yang menyoroti kinerja kepala desa. Ia khawatir, meski sudah berhati-hati dan sebaik mungkin dalam menjalankan tugas, masih tetap ada masalah yang menyandungnya. Terutama masalah hukum.

“Sebenarnya saya ingin istirahat. Anda sendiri tahu, kalau kepala desa itu, sekarang makin banyak disorot. Baik dari aparat penegak hukum maupun dari lembaga-lembaga lainnya,” sambung dia.

Namun, niatan itu bakal digugurkannya. Menyusul banyaknya warga yang menghendakinya, untuk kembali maju sebagai kepala desa.

“Kalau warga menghendaki seperti itu, insyaallah saya akan maju pada pilkades 2019 ini,” pungkasnya. (one/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/