alexametrics
32.3 C
Probolinggo
Thursday, 29 October 2020

Kepala Desa di Beji Ini Malah Didemo Warganya Lantaran Enggan Ikut Pilkades

BEJI – Ratusan warga Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, menggeruduk rumah kepala desa setempat, Vicky Ariyanto. Uniknya, mereka menggelar unjuk rasa Minggu (14/7), bukan untuk mendesak kepala desa setempat mundur dari jabatannya. Melainkan, untuk mendorong agar Vicky kembali maju sebagai calon kepala desa periode berikutnya.

BANYAK: Massa yang berkumpul di Kedungringin dan meminta Vicky Ariyanto untuk nyalon kades lagi. (Iwan Andrik/Jawa Pos Radar Bromo)

“Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Kami minta Pak Vicky maju lagi pada tahun ini,” kata Hendri Sulfiyanto, koordinator aksi unjuk rasa tersebut.

Warga menggelar aksi unjuk rasa itu, dengan berkeliling kampung. Mereka menggelar konvoi keliling desa, untuk mengajak massa yang lain. Ada yang menggunakan motor, ada pula yang mengendarai mobil dan pikap. Aksi konvoi itu, berakhir di rumah kepala desa.

Di situlah, mereka kemudian menyampaikan unek-uneknya. Menurut Hendri, Vicky merupakan salah satu putra terbaik Kedungringin, Kecamatan Beji. Selama kepemimpinannya, banyak pembangunan-pembangunan yang sudah direalisasikan.

Hanya saja, masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Sehingga, warga masih membutuhkan dirinya, untuk melanjutkan pembangunan yang ada.

“Kami ingin Bapak Vicky, melanjutkan program-program pembangunan yang ada di desa. Salah satunya kantor desa, yang belum rampung sepenuhnya. Dan lagi, persoalan rencana penggusuran rumah warga, yang berada di Kalimati, harus diselesaikannya,” tukas dia.

Ratusan massa itu, juga mengancam akan anarkis, seandainya Vicky tidak mencalonkan diri sebagai kepala desa. “Kalau sampai tidak maju, kami akan anarkis,” ungkap pengunjuk rasa lainnya.

Kepala Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, Vicky Ariyanto mengaku, kalau dirinya memang ingin istirahat. Tidak ingin mencalonkan kembali sebagai kepala desa pada pilkades serentak 2019 ini. Banyak hal yang menjadi pertimbangannya.

Salah satunya, banyaknya lembaga yang menyoroti kinerja kepala desa. Ia khawatir, meski sudah berhati-hati dan sebaik mungkin dalam menjalankan tugas, masih tetap ada masalah yang menyandungnya. Terutama masalah hukum.

“Sebenarnya saya ingin istirahat. Anda sendiri tahu, kalau kepala desa itu, sekarang makin banyak disorot. Baik dari aparat penegak hukum maupun dari lembaga-lembaga lainnya,” sambung dia.

Namun, niatan itu bakal digugurkannya. Menyusul banyaknya warga yang menghendakinya, untuk kembali maju sebagai kepala desa.

“Kalau warga menghendaki seperti itu, insyaallah saya akan maju pada pilkades 2019 ini,” pungkasnya. (one/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Pura-pura Bertamu Lalu Curi Uang, Pelakunya Wanita Berpakaian Muslimah

Usia pelakudiperkirakan 30 sampai 40 tahun, fisiknya gemuk dengan make up wajah tebal dan berpakaian muslimah warna merah

Rencana Normalisasi Kalimati; Sosialisasikan Uang Pengganti Rumah

Penggusuran memang menjadi pilihan saat program normalisasi Kalimati atau Bangiltak direalisasikan. Tapi, hal itu tidak akan dilakukan serta merta tanpa solusi bagi warga.

Ini Kata Misbakhun tentang UU Ciptaker, Disebut Justru Pro Rakyat

Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar Mukhamad Misbakhun, menepis isu miring mengenai UU Cipta Kerja.

Dewan Sebut Pemilik Usaha yang Cemarkan Kaliputih Harus Disanksi

Komisi 3 DPRD Kabupaten Pasuruan, mendesak kasus ini terus diselidiki dan pemilih usaha harus disanksi tegas.

BSU Pekerja Gelombang 2 Pasuruan-Probolinggo Cair Mulai November

Pencairan gelombang pertama sudah dicairkan sebesar Rp 1,2 juta sejak pertengahan Agustus sampai Oktober ini.