Tembok Penahan di Desa Sindetlami Besuk Ambrol usai Diguyur Hujan

BESUK, Radar Bromo – Hujan deras yang mengguyur kawasan Kecamatan Besuk Senin (13/1) malam, berdampak pada kerusakan infrastruktur. Di Desa Sindetlami kecamatan setempat, tembok penahan tebing (TPT) di Desa Sindetlami ambrol. Selain hujan lebat, ambrolnya TPT diduga akibat saluran air tersumbat karena adanya timbunan sampah di tempat pengepul barang bekas (rongsokan).

TPT yang ambrol sepanjang kurang lebih 6 meter dengan ketinggian 4 meter. Terletak di pinggir jalan raya Dusun Nangger. Menurut warga sekitar, TPT yang menahan jalan desa dengan sungai ambrol pasca diguyur hujan lebat. Sejak pukul 20.00, wilayah Kecamatan Besuk diguyur hujan lebat hingga larut malam.

“Semalam sempat lewat sini, airnya memang sudah tinggi. Kendalanya dari selokan di besi tua itu, menyebabkan air terhambat mengalir. Sebab, di tempatnya ada seperti kertas- kertas dan besi yang jadi penghalang,” ujar Essam, warga sekitar.

TPT yang ambrol itu memakan bahu jalan desa. Warga pun membuat pembatas dari bambu. Sebagai penanda supaya warga yang melintas berhati-hati dan tidak terjatuh.

Ambrolnya TPT dan sebagian badan jalan, jelas membuat warga resah. Sebab, jalan tersebut menghubungkan warga Dusun Nangger dengan jalan utama Besuk-Bago.

BIKIN RESAH: Ambrolnya TPT juga mengenai sebagian badan jalan. (Foto: Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Menurut Kepala Desa Sindetlami Sudaipi, TPT itu dibangun pada 2019 lalu dengan panjang sekitar 150 meter. Menggunakan dana desa dengan nilai sekitar Rp 50 juta. Supaya jalan yang semula sempit menjadi lebar dan memudahkan akses warga serta untuk mendukung perekonomian desa.

“Dulu kondisinya sangat parah, jalannya sempit. Makanya kami bangun TPT ini. Dan semalam hujan sangat lebat. Ini faktor alam. Aliran air dari sawah menjadi satu ke arah ini. Dan di sana itu memang ada saluran air, tapi tersumbat,” ungkap Sudaip

Di sisi lain, Muspika Besuk menyebutkan, ambrolnya TPT diakibatkan faktor cuaca. Rencananya, Muspika Besuk bersama warga akan melakukan kerja bakti membersihkan limbah yang menyumbat saluran air.

Camat Puja Kurniawan, Danramil Kapten Inf Asto Kuswanto Adji, dan Kapolsek Agus Wijaya langsung meninjau lokasi ambrolnya TPT di Dusun Nangger pada Selasa (14/1) siang. Mereka melihat kondisi kerusakan TPT dan dampaknya bagi lingkungan sekitar. Dari hasil pengecekan itu, diketahui bahwa TPT yang ambrol sepanjang 8,5 meter, tinggi 4 meter, dan ketebalan 60 sentimeter.

“Diduga akibat air yang meluap. Air dari sawah, pekarangan, maupun jalan seharusnya tertampung ke selokan. Karena selokannya buntu atau tertimbun tanah dan sampah, maka air lewat jalan, lalu menggerus bahu jalan. Sehingga, menghantam bibir TPT atau plengsengan tersebut, akhirnya tergerus dan amblas,” ujar Kapolsek Besuk AKP Agus Wijaya.

Selain melihat kondisi TPT, Muspika Besuk juga menyisir sekitar lokasi. Untuk memcari penyebab meluapnya air hujan dan menerjang TPT. Hasil pantauan, diketahui bahwa air dari sawah dan rumah warga tidak masuk ke selokan atau saluran air. Sebab, selokan di depan bangunan jual beli besi tua (rongsokan) tertutup.

“Disebabkan oleh saluran yang tersumbat. Yang mana di depan selokan tersebut ada bangunan atau selokan yang ditutup oleh cor. Sehingga tersumbat dan air tidak mengalir dengan lancar,” ujar Agus Wijaya. (mg1/fun)