PAD Setahun Stadion Soedrasono di Pogar-Bangil Hanya Rp 3 Juta

BANGIL, Radar Bromo – Perolehan PAD dari retribusi Stadion R. Soedrasono Pogar atau biasa disebut Stadion Pogar, sungguh mengecewakan. Ditarget mendapat PAD hanya Rp 7 juta pun, tidak tercapai. Kenyataannya, perolehan pendapatan dari sewa lapangan dan stan di stadion selama tahun 2019, hanya sekitar Rp 3 juta. Tidak sampai 50 persen dari target Rp 7 juta.

Kepala Dispora Kabupaten Pasuruan Hasbullah pun berniat menata pendapatan di Stadion Pogar. “Kami akan menata pendapatan Stadion Pogar. Masa hanya ditarget Rp 7 juta setahun, tak terpenuhi,” katanya.

Lalu mungkinkah ada kebocoran? Hasbullah tak menjawab saat ditanya kemungkinan PAD dari Stadion Pogar bocor. Menurutnya, pemungutan sewa di stadion jauh dari harapan. Baik dari sisi penggunaan lapangan ataupun dari stan yang ada.

Bahkan, stan-stan yang ada di kawasan stadion, tidak ada yang ditarik sewa. Padahal seharusnya, pemanfaatan stan tersebut dikenai biaya sewa.

“Hal inilah yang akan kami tata. Pemanfaatan stan tersebut seharusnya dikenai biaya untuk sewa,” tambahnya.

Menurut Hasbullah, ada setidaknya sembilan stan yang dimanfaatkan di Stadion Pogar. Para penggunanya, memakai stan tersebut untuk berjualan. Baik berjualan makanan ataupun jersey. Sayangnya, dari stan-stan yang dipakai itu, tak ada retribusi serupiah pun yang masuk.

Hal inilah yang akhirnya membuat PAD dari penyewaan Stadion Pogar minim. Bahkan, target yang hanya Rp 7 juta, tak kesampaian. Hanya tercapai sekitar Rp 3 juta selama tahun 2019.

Hasbullah menegaskan, bakal berkomunikasi dengan pihak paguyuban pedagang di stan stadion. “Kami akan panggil. Supaya ada titik temu, sehingga ada pendapatan yang masuk ke daerah,” pungkasnya. (one/hn/fun)