Kendaraan Besar Masuk Perkotaan Harus Rutin Ditindak

WAJIB BELOK: Kendaraan yang melaju di simpang tiga Blandongan saat sore hari. Semestinya kendaraan berat yang melintas di jalur ini, wajib masuk ke JLS dan tak melintas di wilayah perkotaan. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

BUGUL KIDUL, Radar Bromo – Kesadaran pengemudi dalam berlalu lintas sepertinya masih rendah. Betapa tidak, sejumlah pengendara kendaraan besar dari arah timur kerap melanggar dengan masuk jalur perkotaan saat malam hari.

Kendaraan besar dari arah timur yang hendak ke barat harus melalui jalur lingkar selatan (JLS) Kota Pasuruan dengan berbelok ke selatan di simpang tiga Blandongan. Namun, tak jarang pengemudi kerap masuk lewat jalur tengah dengan lurus ke barat.

Kondisi ini diakui oleh Dinas Perhubungan (Dishub) setempat. Kabid Lalu Lintas (Lalin) pada Dishub Kota Pasuruan Adriyanto mengungkapkan, pihaknya kerap menerima laporan adanya kendaraan besar dari arah timur yang melanggar dengan masuk jalur perkotaan.

Andri –sapaanya- menjelaskan, hal ini tidak diperbolehkan. Dishub sendiri sudah memberi sejumlah rambu di simpang tiga Blandongan. Rambu ini meminta agar kendaraan besar seperti truk atau bus dari arah timur harus lewat JLS.

Menurutnya, Dishub sendiri bakal melakukan koordinasi dengan Polres Pasuruan Kota untuk mengantisipasi hal ini ke depannya. Rencananya, Dishub akan menerjunkan petugas untuk berjaga di jam-jam tertentu.

“Ada rencana untuk memasang petugas di simpang tiga Blandongan. Sekitar pukul 21.00 sampai pukul 00.00. Sebab, ini jam-jam rawan,” ungkapnya.

Kapolsek Bugulkidul Kompol Paulus Sujatmiko menjelaskan, pihaknya rutin menjaga lalu lintas di simpang tiga Blandongan. Namun, terkadang Polsek terkendala jika anggota di Poslantas Blandongan dialihkan saat ada giat.

Kondisi inilah yang kerap dimanfaatkan oleh pengemudi. Namun, Polsek bakal berkoordinasi dengan Dishub setempat untuk memaksimalkan penjagaan di simpang tiga Blandongan untuk meminimalisasi pelanggaran.

“Penindakan lebih diutamakan pada upaya persuasif. Tentu kami akan berupaya semaksimal mungkin agar tidak ada pelanggaran,” sebutnya. (riz/fun)