Kemenag Sayangkan Angka Perceraian Tinggi di Kab Probolinggo

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Maraknya angka perceraian yang ada di Kabupaten Probolinggo pada 2019, disayangkan Kementerian Agama (Kemenag) setempat. Tercatat, ada 2.414 orang yang resmi bercerai di Pengadilan Agama (PA) Kraksaan pada 2019 lalu.

Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo Santoso mengatakan, dengan angka perceraian yang melebihi 2 ribu, hal itu menunjukkan perceraian di Kabupaten Probolinggo masih tinggi. Ia pun mengaku pihaknya sudah melakukan upaya-upaya untuk menekan angka perceraian itu, termasuk dengan program bimbingan pranikah.

“Kami bukan hanya berdiam diri, kami terus melakukan bimbingan kepada para calon pengantin,” ujarnya.

Menurutnya, ada beberapa faktor yang menjadi sebab munculnya keinginan untuk bercerai. Selain dari faktor ekonomi, perselingkuhan, faktor pendidikan juga dianggapnya bisa menjadi sebab adanya perceraian.

“Kalau ekonomi itu umum kasusnya. Ada juga yang ketahuan selingkuh. Tapi terkadang kehidupan berumah tangga itu rusak karena sifat yang kurang dewasa dalam menghadapi masalah. Sebabnya, pendidikannya yang kurang maksimal,” ujarnya.

Ia pun menyambut baik dengan adanya undang-undang baru yang mengatur usia pernikahan minimal 19 tahun. Baik untuk laki-laki dan perempuan. Dengan batas usia tersebut, menurutnya seorang calon mempelai sudah lulus dari bangku sekolah menengah atas.

“Kami senang dengan batasan usia ini. Karena faktor perceraian juga disebabkan jiwanya yang masih labil karena usianya yang terbilang dini. Toh, meskipun nanti mengurus dispensasi kawin, lanjutkan saja dulu pendidikannya,” katanya.

Santoso pun berjanji, pihaknya akan lebih sering melakukan sosialisasi akan pentingnya pernikahan. Sehingga, dari hal tersebut angka perceraian bisa semakin ditekan.

“Kami akan terus bersosialisasi ke masyarakat. Tapi selain sosialisasi, kami juga mengharapkan peran dari orang tua dalam mendukung keutuhan rumah tangga anaknya,” katanya. (mg1/fun)