Keluhkan Jalan Rusak di Wonokoyo, Warga Tanam Pohon-Pasang Tong

BEJI, Radar Bromo – Kerusakan jalan di Desa Wonokoyo, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, membuat warga gerah. Mereka kesal lantaran kerusakan jalan Beji-Pandaan itu kerap menimbulkan pengendara roda dua berjatuhan.

Bahkan, ada yang sampai menelan korban imbas jatuh setelah mengalami kecelakaan di jalur setempat. Sebagai bentuk kekesalan, warga kemarin memasang tong di tengah jalan. Bukan hanya itu, tong tersebut juga ditanami pohon pisang.

“Kami kesal karena kerusakan jalan di sini tak kunjung ada pembenahan,” kata Yanto, salah satu warga Wonokoyo, Kecamatan Beji.

Menurut Yanto, kerusakan jalan setempat dipicu adanya pengerukan untuk pipanisasi Umbulan. Sudah berbulan-bulan kondisinya dibiarkan tanpa ada pengembalian kondisi seperti sebelumnya.

Perbaikan yang dilakukan hanya setengah-setengah. Yakni, dengan penimbunan koral dan tanah urukan. Akibatnya, jalan menjadi jeblok dan licin. Khususnya, ketika hujan melanda. Tak sedikit pengendara yang terperosok hingga jatuh. “Bahkan, pernah ada yang sampai meninggal dunia,” imbuh Yanto.

Hal inilah yang membuat warga gerah. Mereka akhirnya memasangi tong dan pisang di tengah jalan, Senin (13/1). Pemasangan tong dan pisang itu bukan hanya sekadar bentuk protes terhadap pelaksana proyek Umbulan ataupun instansi terkait lantaran tak kunjung ada pembenahan.

Tetapi, juga sebagai penanda bagi pengendara agar lebih berhati-hati saat melintas di jalan setempat.

Hal senada juga diungkapkan Khoirul, ketua Karangtaruna Dusun/ Desa Wonokoyo, Kecamatan Beji. Ia menambahkan, pengerukan jalan yang dilakukan untuk proyek pipanisasi Umbulan membahayakan pengendara. Terlebih lagi, ketika malam hari. Karena kondisinya yang gelap, sehingga memicu celaka bagi pengendara.

“Sayangnya, respons dari pihak terkait sangat minim. Bahkan, dampak proyek itu pula, drainase di tempat kami juga dangkal dan menyebabkan luberan air ke rumah,” sambungnya.

Tokoh pemuda Desa Wonokoyo, Kecamatan Beji, Rudi Prasetiyo mengaku, respons instansi terkait sangat lemah. Hanya menunggu korban dan aksi dari warga, baru ada pembenahan.

Camat Beji Ghoni menegaskan, sudah menyampaikan keluhan masyarakat ke instansi terkait. Baik pihak pelaksana proyek Umbulan ataupun Jasa Marga serta Dinas PU Bina Marga Kabupaten Pasuruan. “Hari ini (kemarin, Red) jalannya dibenahi. Baik dari Bina Marga dan pihak pelaksana proyek Umbulan datang ke lokasi untuk menangani jalan setempat,” tambahnya. (one/mie)