Ditinggal Nonton Televisi, Rumah dan Usaha Tambal Ban di Beji Terbakar

BEJI, Radar Bromo– Sebuah rumah yang digunakan untuk tambal ban di Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, hangus terbakar. Kebakaran itu dipicu luberan bensin, yang ditinggal nonton televisi saat memindah bensin ke botol. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, imbas kejadian itu, pemilik usaha tambal ban merugi hingga puluhan juta.

Insiden terbakarnya tambal ban, berlangsung Selasa malam (14/1). Kebakaran itu menimpa usaha tambal ban, milik Salim, di desa setempat. Kanitreskrim Polsek Beji, IPTU Tatok mengungkapkan, kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 22.00.

Ceritanya berawal saat Salim, pemilik rumah, sedang menerima garapan untuk menambal ban di depan rumahnya. Kebetulan, ia berniat untuk memindahkan bensin dari drum ke botol-botol untuk dijual eceran.

Karena sedang menambal, ia meminta anaknya, Sandi, 16, untuk memindahkan bensin dari dalam drum tersebut ke dalam botol-botol. Untuk memindahkannya, Sandi menggunakan bantuan selang.

Saat proses pemindahan bensin ke dalam botol itulah, kemudian Sandi masuk ke dalam rumahnya. Ia bermaksud untuk menonton televisi. Keasyikan menonton televisi, membuatnya tak sadar kalau bensin yang dipindahkan ke botol, akhirnya penuh dan meluber.

Akibatnya fatal. Luberan bensin tersebut, langsung disambar api yang digunakan Salim, untuk menambal ban. “Salim meminta anaknya untuk memindahkan bensin dari drum ke botol. Tiba-tiba, anaknya tersebut masuk rumah untuk nonton TV, saat proses pemindahan menggunakan slang berlangsung. Saat itulah, bensin tersebut akhirnya meluberi lantai dan mengenai api yang digunakan untuk nambal ban. Api pun berkobar,” kata Tatok.

Kobaran api itu memicu kepanikan. Upaya untuk memadamkan api tak mudah. Karena, dengan cepat, api semakin membesar. Sejumlah warga pun berdatangan untuk memadamkan. Hingga satu jam kemudian, api benar-benar bisa dipadamkan. Setelah tim Damkar Kabupaten Pasuruan datang untuk menjinakkan api.

“Akibat kejadian itu, ruangan yang digunakan untuk tambal ban hangus terbakar. Kerugian ditaksi mencapai Rp 20 juta,” sambungnya. (one/fun)