Belasan Billboard Ditertibkan Satpol PP Sebut Karena Tidak Berizin

PURWOREJO, Radar Bromo – Meski kerap ditertibkan, pemasangan reklame di Kota Pasuruan masih kerap dilanggar pemasang. Pemkot masih kerap menemukan reklame maupun billboard yang terpasang tanpa memiliki izin.

Seperti operasi yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Pasuruan, Selasa (14/1). Dalam operasi gabungan dengan badan pendapatan (Bapeda) dan Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT), sejumlah billboard terpaksa diturunkan karena tidak memiliki izin.

Operasi gabungan ini dilakukan mulai pukul 08.00 hingga pukul 09.00. Selama satu jam operasi ini, Satpol PP menurunkan 15 billboard dan reklame di sejumlah lokasi di Kota Pasuruan. Reklame dan billboard ini pun langsung disita dan dibawa ke Mako Satpol PP.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Satpol PP Kota Pasuruan Yanuar Afriansyah mengungkapkan, belasan reklame dan billboard ini disita dari sejumlah lokasi. Seperti Jalan Diponegoro, Jalan Hayam Wuruk, hingga Jalan KH Wachid Hasyim.

Ia menjelaskan, pihak Satpol PP sendiri sudah memberikan teguran pada pemilik agar segera mengurus izin. Namun, hingga diberikan teguran serupa selama tiga kali tetap tidak ada respons. Karena itu pihaknya terpaksa menurunkan reklame dan billboard tersebut.

Pemkot sendiri sudah rutin memberikan sosialisasi tentang hal ini melalui BPMPT dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Jika tetap melanggar, maka Satpol PP sebagai penegak perda akan melakukan penindakan di lapangan.

“Langkah persuasif rutin dilakukan. Jika pemilik sudah memiliki izin, mereka bisa mengambil reklame dan billboard mereka di kantor Satpol PP,” terang Yanuar. (riz/fun)