Dinas Pendidikan Siapkan Rp 17 M untuk Tambah Fasilitas dan Rehab SD di Kabupaten Probolinggo

PERNAH RUSAK: SD Palangbesi di Kabupaten Probolinggo yang pernah rusak. Tahun 2019, Dispendik menyiapkan belasan miliar untuk pembenahan dan penambahan fasilitas pendidikan di Sekolah Dasar. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

KRAKSAAN – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo terus melakukan perbaikan fasilitas maupun ruang kelas yang ada di daerahnya. Tahun ini anggaran untuk kegiatan tersebut berkisar belasan miliar.

Anggaran tahun ini yang digelontorkan cukup besar adalah untuk Sekolah Dasar (SD). Sedikitnya Rp 17 miliar disiapkan. Dana itu nantinya dibagi menjadi dua yaitu untuk kelengkapan fasilitas di sekolah dan juga untuk rehab bangunan ruang kelas.

Kadispendik setempat Dewi Korina mengatakan, tahun ini merupakan tahun infrastruktur. Sehingga, anggaran yang dikeluarkan untuk proses perbaikan bangunan sekolah cukup besar. Termasuk untuk sekolah dasar.

“Dananya terbagi menjadi dua. Untuk yang perlengakapan fasilitas ada sekitar Rp 2,2 miliar dan untuk rehab ruang kelas ada sekitar Rp 15,490 miliar. Kesemuanya ini kami peruntukan untuk sekolah dasar saja,” tuturnya.

Wanita yang akrab disapa Korina ini memaparkan, fasilitas apa saja yang akan dibeli dengan menggunakan dana itu. Untuk kelengkapan fasilitas yaitu berupa pembelian mebeler berupa almari, kursi dan lainnya.

“Itu semua di gunakan untuk kepentingan belajar mengajar. Untuk almari bisa digunakan menyimpan berkas sekolah dan lainnya. Sedangkan untuk kursi itu digunakan kegiatan belajar mengajar. Jadi semuanya termanfaatkan dengan baik,” ungkapnya.

Lebih lanjut, untuk rehab bangunan ada sekitar 145 unit. Tidak semuanya itu adalah bangunan baru, tetapi juga ada yang dilakukan rehab terhadap bangunan lama. Sayang, Korina tidak memberikan detail perihal berapa bangunan baru dan lama yang dianggarkan pada tahun ini.

“Seperti yang kami sebutkan, itu (anggaran) adalah untuk memberikan kenyamanan ketika belajar mengajar dilakukan. Sehingga, siswa yang ada di sekolah itu bisa semakin nyaman menerima ilmu yang diberikan gurunya,” tandasnya.

Selain bangunan ruang kelas yang direhab ada juga bangunan toilet. Bangunan toilet yang dibangun pada tahun ini ada sekitar 77 unit. Korina menjelaskan, rehab dan pembangunan toilet ini diperlukan lantaran juga untuk menunjang pendidikan.

“Sangat diperlukan. Sebab, jika disekolah tidak ada toiletnya, pasti siswa nanti akan jauh untuk ke kamar kecil,” terangnya.

Besaran anggaran yang digelontorkan tahun ini, merupakan pengalihan dari kegiatan yang dianggap tidak begitu penting Dispendik. Sehingga, pengalihan itu tidak akan berdampak kepada berjalannya kegiatan di kedinasannya.

“Yang kami kurangi yaitu perjalanan dinas, workshop dan lain sebagainya. Jadi tidak begitu berdampak pada jalannya kegiatan kami,” jelasnya. (sid/fun)