Radar Bromo

Diguyur Hujan Sejam, Sejumlah Wilayah Sadengrejo Rejoso Tergenang

REJOSO–Hujan deras sekitar sejam yang mengguyur wilayah Rejoso, Kabupaten Pasuruan Kamis malam (13/12) membuat sejumlah wilayah setempat tergenang, pada Jumat pagi (14/12). Genangan banjir itu pun membuat aktivitas warga terganggu.

Betapa tidak, genangan air yang terjadi hampir di seluruh wilayah desa tersebut sontak membuat akses jalan tertutup. Sejumlah warga yang mengendarai motor terpaksa harus menunda perjalanan. Sebagian diantaranya kembali pulang lantaran genangan air cukup tinggi.

Namun, tak sedikit pengendara motor yang nekat menerjang genangan air di permukaan jalan. Akibatnya, mesin motor tersebut mogok. Warga pun harus menuntun motornya di sepanjang jalan yang tergenang air.

Selain itu, beberapa anak yang hendak pergi ke sekolah juga terganggu selama perjalanan. Mereka yang yang terbiasa berangkat sekolah dengan berjalan kaki, terpaksa melepaskan sepatu dan mengangkat celana tinggi-tinggi agar tak basah terkena air.

Hudan Dardiri, salah seorang warga menuturkan, banjir terjadi lantaran kawasan itu diguyur hujan pada malam hari sebelumnya. “Hujan terjadi kurang lebih satu jam tadi malam,” tutur dia.

Kawasan setempat sendiri selama ini jadi langganan banjir. Tiap tahun, kawasan setempat selalu dilanda banjir. “Namun, kali ini lebih lama genangannya. Biasanya kalau hujan malam hari, keesokan harinya sudah surut,” ujar Hudan.

Sementara itu, Kepala Desa Sadengrejo, Abdul Kodar mengatakan, pihaknya sudah berupaya maksimal untuk mengentaskan persoalan banjir yang selama ini melanda desanya. Hal itu dilakukan dengan cara mengajukan permohonan ke Pemkab Pasuruan terkait dengan normalisasi sungai.

Menurut dia, normalisasi sungai yang ada di Desa Sadengrejo saat ini memang cukup penting. Sebab, hal itu merupakan salah satu solusi untuk menyelesaikan persoalan banjir yang telah menjadi langganan setiap musim hujan itu.

“Sudah kami ajukan permohonan, agar pemerintah segera melakukan normalisasi sungai. Harapan kami, dengan adanya normalisasi sungai banjir yang kerap melanda desa kami bisa teratasi,” harapnya. (tom/mie)