Sempat Nunggak 5 Bulan, Ribuan Warga Penerima Bansos di Kota Pasuruan Akhirnya Terima Pencairan

PURWOREJO, Radar Bromo – Ribuan masyarakat berpenghasilan rendah di Kota Pasuruan boleh bernapas lega. Bantuan sosial (bansos) yang sempat menunggak selama lima bulan, kini telah dicairkan.

Setidaknya, ada 1.291 penerima bantuan senilai Rp 110 ribu itu. Bantuan itu untuk dibelanjakan sembako berupa beras dan telur. Karena pencairan menunggak, mereka pun menerima bantuan dengan nominal berlipat. Yakni sebesar Rp 550 ribu per orang.

“Ini untuk bantuan mulai bulan April hingga Agustus,” kata Plt Kepala Dinas Sosial Hery Dwi Sujatmiko.

Menurutnya, bantuan selama lima bulan itu baru dapat disalurkan bulan ini. Sebelumnya, bantuan tidak bisa dicairkan karena terkendala pembukaan rekening penerima. Penyaluran bantuan sendiri dibagi di lima kelurahan selama lima hari.

“Pencairan dilakukan mulai Senin (11/11) sampai Jumat (15/11) di kantor kelurahan yang sudah ditentukan,” tambahnya.

Penyaluran dimulai dari kantor Kelurahan Ngemplakrejo. Di sana, penyaluran bantuan dilakukan kepada 325 penerima dari tujuh kelurahan sekitar. Lalu di kantor Kelurahan Kebonsari, ada 249 penerima dari enam kelurahan. Di kantor Kelurahan Kepel, ada 212 penerima dari 6 kelurahan.

Lalu, di kantor Kelurahan Purutrejo ada 288 penerima dari tujuh kelurahan. Sedangkan di kantor Kelurahan Sebani, ada 217 penerima dari delapan kelurahan sekitar.

Hery menjelaskan, ribuan penerima itu diusulkan masing-masing kelurahan pada tahun lalu. Mereka diusulkan karena selama ini tak tercatat sebagai penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), tetapi tercatat di Basis Data Terpadu (BDT).

“Makanya, kami ajukan untuk mendapat bantuan melalui APBD. Tapi, juga dengan menentukan skala prioritas dan pertimbangan kekuatan anggaran pemda,” pungkas Hery. (tom/fun)