alexametrics
28.9 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Polisi Belum Tetapkan Tersangka atas Insiden Kecelakaan Bus Ladju Ban Pecah

SUMBERASIH, Radar Bromo – Hingga kini polisi belum menetapkan tersangka kecelakaan maut di pintu keluar jalan tol Pasuruan–Probolinggo (Paspro) di wilayah Muneng. Dalam insiden kecelakaan yang menewaskan seorang ibu dan balita yang luka-luka pada Sabtu (12/10) sore tersebut, polisi masih menunggu laporan pihak keluarga.

Kanit Laka Satlantas Polresta Probolinggo Ipda M Rizal saat dikonfirmasi menyampaikan, pihaknya belum ada penetapan tersangka atas kecelakaan Bus Ladju Nopol N 7679 UW. Pasalnya hingga Minggu (13/10) keluarga korban belum ada yang melapor. “Belum, masih menunggu pihak keluarga yang laporan,” katanya.

Menurutnya, bus Ladju yang disopiri oleh Abdal Lahar, 30, Bogorami Makam, Bulak Kota Surabaya, mengalami pecah ban. Hingga akibatnya terjadilah insiden maut tersebut. Sementara itu, untuk kendaraan bus, sampai kini masih berada di Satlantas Polresta.

Diberitakan sebelumnya, Susiati 56 tahun asli Malang tewas dalam kecelakaan maut Bus Ladju Nopol N 7679 UW. Beruntung sang anak Gusti Wiratawa 2,5 tahun selamat, hanya mengalami luka-luka di bagian kepala dan tangannya

Kecelakaan ini bermula saat Susiati dan anaknya Gusti Wiratama, menaiki bus dari pintu tol Leces. Korban hendak memberitahu sopir hendak turun di Jorongan Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo. Saat bus melaju sang ibu berniat turun di Jorongan, tidak bisa karena turunnya harus di pintu tol Laweyan. Korban kemudian duduk di samping pintu keluar. Sementara anaknya dipangku.

Apesnya, usai melewati pintu keluar tol Muneng, ban belakang bus bagian kiri pecah. Tepatnya saat di tikungan ke arah terminal Bayuangga Kota Probolinggo. Akibatnya, bus oleng zigzag ke kanan dan ke kiri. Pada saat itulah korban dan anaknya terlempar dari dalam bus. Bus berhenti ketika menabrak pagar pembatas samping. (rpd/fun)

SUMBERASIH, Radar Bromo – Hingga kini polisi belum menetapkan tersangka kecelakaan maut di pintu keluar jalan tol Pasuruan–Probolinggo (Paspro) di wilayah Muneng. Dalam insiden kecelakaan yang menewaskan seorang ibu dan balita yang luka-luka pada Sabtu (12/10) sore tersebut, polisi masih menunggu laporan pihak keluarga.

Kanit Laka Satlantas Polresta Probolinggo Ipda M Rizal saat dikonfirmasi menyampaikan, pihaknya belum ada penetapan tersangka atas kecelakaan Bus Ladju Nopol N 7679 UW. Pasalnya hingga Minggu (13/10) keluarga korban belum ada yang melapor. “Belum, masih menunggu pihak keluarga yang laporan,” katanya.

Menurutnya, bus Ladju yang disopiri oleh Abdal Lahar, 30, Bogorami Makam, Bulak Kota Surabaya, mengalami pecah ban. Hingga akibatnya terjadilah insiden maut tersebut. Sementara itu, untuk kendaraan bus, sampai kini masih berada di Satlantas Polresta.

Diberitakan sebelumnya, Susiati 56 tahun asli Malang tewas dalam kecelakaan maut Bus Ladju Nopol N 7679 UW. Beruntung sang anak Gusti Wiratawa 2,5 tahun selamat, hanya mengalami luka-luka di bagian kepala dan tangannya

Kecelakaan ini bermula saat Susiati dan anaknya Gusti Wiratama, menaiki bus dari pintu tol Leces. Korban hendak memberitahu sopir hendak turun di Jorongan Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo. Saat bus melaju sang ibu berniat turun di Jorongan, tidak bisa karena turunnya harus di pintu tol Laweyan. Korban kemudian duduk di samping pintu keluar. Sementara anaknya dipangku.

Apesnya, usai melewati pintu keluar tol Muneng, ban belakang bus bagian kiri pecah. Tepatnya saat di tikungan ke arah terminal Bayuangga Kota Probolinggo. Akibatnya, bus oleng zigzag ke kanan dan ke kiri. Pada saat itulah korban dan anaknya terlempar dari dalam bus. Bus berhenti ketika menabrak pagar pembatas samping. (rpd/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/