33 Remaja Diamankan saat Satpol PP Razia Pesta Miras di Kraksaan

DIBINA: Puluhan remaja yang terjaring tim gabungan Satpol PP dan Sabhara Polres Probolinggo, diamankan dan mendapat pembinaan di Mapolres Probolinggo, Sabtu (12/10) malam. (Foto: Mukhamad Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

KRAKSAAN, Radar Bromo – Sebanyak 33 remaja terjaring razia gabungan antara Satpol PP Kabupaten Probolinggo dan Sabhara Polres Probolinggo. Sabtu (12/10) malam, mereka diamankan lantaran kedapatan berpesta minuman keras (miras).

Razia gabungan itu digelar sekitar pukul 20.00. Tim gabungan menyisir sejumlah lokasi. Salah satunya Taman Kota, Kelurahan Semampir, Kecamatan Kraksaan. Berdasarkan laporan masyarakat, lokasi di sisi utara Jembatan Semampir, ini sering ditemukan pemuda yang sedang mabuk ketika Sabtu malam.

Ternyata laporan itu benar. Malam itu petugas mendapati ada enam kelompok remaja sedang asyik berpesta miras. Begitu melihat petugas, mereka langsung berhamburan. Namun, mereka tetap berhasil diamankan.

GANGGU KETERTIBAN: Puluhan remaja yang terjaring tim gabungan Satpol PP dan Sabhara Polres Probolinggo. (Foto: Mukhamad Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)

Koordinator Lapangan Tim Reaksi Cepat (TRC) Satpol PP Kabupaten Probolinggo Nurul Arifin, mengatakan razia dilakukan sesuai imbauan Bupati. Salah tunya untuk meningkatkan patrol dengan sasaran warung remang-remang dan kenakalan remaja. “Kami TRC Satpol PP menggandeng Timsus Bromo Satu untuk menggelar razia. Hasilnya, 33 remaja kami amankan,” ujarnya.

Pihaknya juga menyisir sejumlah warung remang-remang. Hasilnya, ada beberapa warung yang kedapatan menjual miras. Karenanya, pihaknya langsung menyitanya. “Kami mengimbau pemilik warung remang-remang yang diindikasi ada pelanggaran agar tidak mengulangi,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Sabhara Polres Probolinggo AKP Sujianto, mengatakan para remaja yang kedapatan berpesta miras langsung dibawa ke Mapolres. Mereka dibina dan diharapkan tidak mengulangi perbuatannya. “Kami berikan pembinaan agar tidak mengulangi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pihaknya selalu mengimbau kepada para remaja agar tidak melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Begitu juga terhadap para pemilik warung remang-remang. Mereka diminta tidak melanggar aturan, seperti menyediakan miras dan pekerja seks komersial. “Jika imbauan kami tidak dilakukan, mereka akan berurusan dengan kami,” ujarnya. (sid/rud/fun)