Begal Asal Kejayan Ini Gunakan Modus Debt Collector

TAK BERKUTIK: Anggota Satreskrim Polres Pasuruan Kota saat menggiring Abdul Kodir (kemeja biru) menuju tahanan Mapolresta. Saat beraksi pelaku sering menjadikan anak di bawah umur sebagai sasaran. (Istimewa)

Related Post

PASURUAN – Perburuan polisi terhadap kawanan begal akhirnya membuahkan hasil. Setelah melakukan penyelidikan terkait begal yang terjadi di kawasan Kelurahan Pohjentrek, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, polisi akhirnya berhasil menangkap salah satu pelakunya.

Pelaku diketahui bernama Abdul Kodir, warga Desa Tondosuruh, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan. Ia diringkus di rumahnya Kamis (11/10) malam. Polisi menduga pelaku merupakan salah satu komplotan begal terhadap Ainun, 17, di jalan KH Ahmad Dahlan, Selasa (5/10) lalu.

“Dan ternyata memang benar sesuai dugaan kami. Keyakinan itu diperkuat dengan ditemukannya satu unit motor Honda Vario yang digunakan oleh pelaku saat beraksi,” ungkap Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota AKP Slamet Santoso.

Berbeda dengan begal lainnya yang kerap mengancam korbannya dengan sajam. Menurut Slamet, modus yang dilakukan pelaku yakni berpura-pura sebagai debt collector. Sasaran aksinya, adalah anak di bawah umur. Anak usia segitu diyakini pelaku tidak akan melakukan perlawanan.

Pelaku akan lebih dahulu memantau siapa yang jadi sasarannya. Pelaku membuntuti korban dari belakang. Ketika melintasi jalan yang sepi, pelaku kemudian menghentikan paksa laju motor korban. “Pelaku bersikukuh menyebut motor korban itu bermasalah. Karena korbannya anak-anak, maka menurut saja berhenti,” jelasnya.

Begitu korbannya menghentikan motor, pelaku pun mengalihkan laju kendaraan. Ia membonceng korban dengan dalih hendak menyelesaikan persoalan yang ada. “Begitu sampai di tempat yang sepi, korban diturunkan,” ucapnya. Dalam aksinya, pelaku tidak sendirian.

Saat ini, tersangka Abdul Kodir harus mendekam dibalik sel Mapolres Pasuruan Kota. Ia dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Polisi juga masih mengembangkan kasus tersebut dan memburu komplotan Kodir. “Sudah kami identifikasi identitas pelaku lain. Saat ini masih dalam pengejaran,” tegasnya.

Informasi yang dihimpun media ini, peristiwa begal itu terjadi pukul 16.00. Saat itu korban yang merupakan warga Desa Patebon, Kecamatan Kejayan, melintas di Jl. Ahmad Dahlan, Purworejo. Tiba-tiba, korban dihentikan oleh pelaku yang berjumlah 2 orang. Namun, tidak jelas maksud pelaku menghentikan laju kendaraan korban. Pelaku hanya beberapa kali teriak kalau motor korban bermasalah.

Pelaku yang saat itu mengendarai motor Honda Vario, menyuruh korban berhenti. Salah seorang pelaku lantas membawa motor dan membonceng korban hingga ke Rejoso. Sampai di Rejoso, korban diturunkan di pinggir jalan. Motor Honda Beat milik korban dibawa kabur pelaku. (tom/rf)