alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Wednesday, 6 July 2022

Sssttt, Koalisi Parpol Ini Berpeluang Bentuk Poros Baru di Pilwali

PASURUAN, Radar Bromo- Kontestasi politik pada Pilwali Kota Pasuruan 2020 tampaknya bakal diikuti tiga pasangan calon. Sejumlah partai politik yang tergabung dalam formasi 9 Bintang mulai membuka diri untuk membentuk poros baru.

Sikap itu dilakukan menyusul kepastian petahana Raharto Teno Prasetyo-Moch Hasjim Asjari yang bakal maju. Pasangan tersebut sudah mengantongi rekomendasi dari PDIP, Partai Nasdem, dan Partai Hanura. Sedangkan Saifullah Yusuf-Adi Wibowo digadang-gadang menjadi penantang yang dijagokan PKB dan Partai Golkar.

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Pasuruan Akhmad Zubaidi mengaku, tengah berusaha menjaga kesamaan frekuensi yang selama ini sudah terbentuk dalam formasi 9 Bintang. Yakni PKS, PAN, dan PPP. Sementara Gerindra sendiri sampai saat ini belum ada kecenderungan untuk merapat ke poros petahana maupun Gus Ipul.

“Memang belum ada sikap akhir. Sementara berilah kesempatan kami untuk konsolidasi demi membangun bangunan baru yang tidak menggangu kanan kiri,” ungkap Zubaidi.

Karena itu, Zubaidi mengakui ada keinginan untuk membentuk poros baru. Menurutnya, memang sudah menjadi kewajiban partai politik melakukan pendidikan politik serta membangun demokrasi. Yaitu dengan memberikan ruang lebih terbuka kepada masyarakat. Salah satu bentuknya dengan cara menawarkan pilihan yang beragam.

“Kalau kami datang ke warung pecel, adanya ya pecel. Tapi ketika di warung itu menunya beragam, masyarakat bisa lebih leluasa memilih. Dengan segala kelebihan kekurangan, nikmat dan tidak nikmatnya,” beber Zubaidi.

KOALISI RAKSASA: Para petinggi partai usai melakukan pertemuan doi hotel Daroessalam, Rabu (17/6) malam. Saat itu kelimanya mulai menjajaki Langkah koalisi. (Foto: dok Jawa Pos Radar Bromo)

Ketua DPC PPP Kota Pasuruan Muhammad Arief menegaskan, posisi partainya di 9 Bintang masih tetap solid. Pihaknya juga berharap arah koalisi yang sudah menjadi kesepakatan bersama sejak awal bisa terwujud. Sedangkan di internal partai, dia juga terus menyampaikan setiap perkembangan yang terjadi ke kepengurusan di tingkat atas.

“Pada prinsipnya, sampai detik ini kami dengan koalisi 9 Bintang masih solid, komunikasinya juga masih baik. Dan arah koalisi ini tetap pada kesepakatan kami berempat. Jadi, masih ada keseragaman dalam pemikiran maupun keinginan,” ujar Gus Awiek –sapaan Muhammad Arief.

Di sisi lain, PKS masih bimbang dalam menentukan arah politiknya. Berbeda dengan dua parpol sebelumnya yang sama-sama ingin membentuk poros baru. PKS saat ini justru tengah melirik potensi kemenangan bila yang bertarung nanti ialah pasangan Teno-Hasjim dan Gus Ipul-Adi Wibowo.

Ketua Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) PKS Kota Pasuruan R Imam Joko Sih Nugroho mengatakan, pihaknya dari awal memang memotret semua figur yang bermunculan dalam bursa bakal calon wali kota. Termasuk adanya pasangan Teno-Hasjim yang sudah mengantongi rekomendasi dari tiga parpol.

Nah, setelah munculnya Gus Ipul kami juga sampaikan ke DPW perkembangannya. Juga dengan melengkapi data-data melalui survei,” tuturnya.

Lebih lanjut, Imam menegaskan bahwa komunikasinya dengan tiga parpol di 9 Bintang tetap baik. Hanya saja, PKS memang belum memastikan apakah nantinya akan tetap bergabung dalam formasi tersebut hingga terbentuknya poros baru.

“Tapi apakah nanti ada peluang memunculkan alternatif pasangan baru di sana, masih belum mengerucut. Sepertinya memang akan merapat ke salah satu dari dua yang ada saat ini,” kata Imam.

Dia mengutarakan beberapa alasan apabila harus membentuk poros baru. Pertama, tentu akan mengubah dinamika politik yang kini sudah mulai terpetakan. Selain itu, juga diperlukan proses tak sebentar untuk menyamakan frekuensi dengan figur-figur yang bakal diusung.

“Kalau poros baru peluangnya ada, tapi formasinya berubah lagi. Ibarat menyusun bangunan itu mulai dari nol lagi. Siapa N1-nya siapa n2-nya. Prosesnya akan memakan waktu panjang. Sedangkan waktu (pendaftaran) sudah kurang 15 hari,” jelasnya. (tom/hn/fun)

PASURUAN, Radar Bromo- Kontestasi politik pada Pilwali Kota Pasuruan 2020 tampaknya bakal diikuti tiga pasangan calon. Sejumlah partai politik yang tergabung dalam formasi 9 Bintang mulai membuka diri untuk membentuk poros baru.

Sikap itu dilakukan menyusul kepastian petahana Raharto Teno Prasetyo-Moch Hasjim Asjari yang bakal maju. Pasangan tersebut sudah mengantongi rekomendasi dari PDIP, Partai Nasdem, dan Partai Hanura. Sedangkan Saifullah Yusuf-Adi Wibowo digadang-gadang menjadi penantang yang dijagokan PKB dan Partai Golkar.

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Pasuruan Akhmad Zubaidi mengaku, tengah berusaha menjaga kesamaan frekuensi yang selama ini sudah terbentuk dalam formasi 9 Bintang. Yakni PKS, PAN, dan PPP. Sementara Gerindra sendiri sampai saat ini belum ada kecenderungan untuk merapat ke poros petahana maupun Gus Ipul.

“Memang belum ada sikap akhir. Sementara berilah kesempatan kami untuk konsolidasi demi membangun bangunan baru yang tidak menggangu kanan kiri,” ungkap Zubaidi.

Karena itu, Zubaidi mengakui ada keinginan untuk membentuk poros baru. Menurutnya, memang sudah menjadi kewajiban partai politik melakukan pendidikan politik serta membangun demokrasi. Yaitu dengan memberikan ruang lebih terbuka kepada masyarakat. Salah satu bentuknya dengan cara menawarkan pilihan yang beragam.

“Kalau kami datang ke warung pecel, adanya ya pecel. Tapi ketika di warung itu menunya beragam, masyarakat bisa lebih leluasa memilih. Dengan segala kelebihan kekurangan, nikmat dan tidak nikmatnya,” beber Zubaidi.

KOALISI RAKSASA: Para petinggi partai usai melakukan pertemuan doi hotel Daroessalam, Rabu (17/6) malam. Saat itu kelimanya mulai menjajaki Langkah koalisi. (Foto: dok Jawa Pos Radar Bromo)

Ketua DPC PPP Kota Pasuruan Muhammad Arief menegaskan, posisi partainya di 9 Bintang masih tetap solid. Pihaknya juga berharap arah koalisi yang sudah menjadi kesepakatan bersama sejak awal bisa terwujud. Sedangkan di internal partai, dia juga terus menyampaikan setiap perkembangan yang terjadi ke kepengurusan di tingkat atas.

“Pada prinsipnya, sampai detik ini kami dengan koalisi 9 Bintang masih solid, komunikasinya juga masih baik. Dan arah koalisi ini tetap pada kesepakatan kami berempat. Jadi, masih ada keseragaman dalam pemikiran maupun keinginan,” ujar Gus Awiek –sapaan Muhammad Arief.

Di sisi lain, PKS masih bimbang dalam menentukan arah politiknya. Berbeda dengan dua parpol sebelumnya yang sama-sama ingin membentuk poros baru. PKS saat ini justru tengah melirik potensi kemenangan bila yang bertarung nanti ialah pasangan Teno-Hasjim dan Gus Ipul-Adi Wibowo.

Ketua Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) PKS Kota Pasuruan R Imam Joko Sih Nugroho mengatakan, pihaknya dari awal memang memotret semua figur yang bermunculan dalam bursa bakal calon wali kota. Termasuk adanya pasangan Teno-Hasjim yang sudah mengantongi rekomendasi dari tiga parpol.

Nah, setelah munculnya Gus Ipul kami juga sampaikan ke DPW perkembangannya. Juga dengan melengkapi data-data melalui survei,” tuturnya.

Lebih lanjut, Imam menegaskan bahwa komunikasinya dengan tiga parpol di 9 Bintang tetap baik. Hanya saja, PKS memang belum memastikan apakah nantinya akan tetap bergabung dalam formasi tersebut hingga terbentuknya poros baru.

“Tapi apakah nanti ada peluang memunculkan alternatif pasangan baru di sana, masih belum mengerucut. Sepertinya memang akan merapat ke salah satu dari dua yang ada saat ini,” kata Imam.

Dia mengutarakan beberapa alasan apabila harus membentuk poros baru. Pertama, tentu akan mengubah dinamika politik yang kini sudah mulai terpetakan. Selain itu, juga diperlukan proses tak sebentar untuk menyamakan frekuensi dengan figur-figur yang bakal diusung.

“Kalau poros baru peluangnya ada, tapi formasinya berubah lagi. Ibarat menyusun bangunan itu mulai dari nol lagi. Siapa N1-nya siapa n2-nya. Prosesnya akan memakan waktu panjang. Sedangkan waktu (pendaftaran) sudah kurang 15 hari,” jelasnya. (tom/hn/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/