alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Sunday, 14 August 2022

Polisi Pastikan Tersangka Pembunuhan Balita di Kejayan Tidak Gila

BANGIL, Radar Bromo – Polres Pasuruan memastikan salah satu tersangka pembunuhan balita asal Kejayan, Ifa Maulaya, 19, bakal diproses lebih lanjut. Sebab, dari hasil tes kejiwaan, tersangka tidak mengalami gangguan jiwa alias tidak gila.

Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adrian Wimbarda menegaskan, tes kejiwaan tersangka Ifa Maulaya dilakukan di RSJ Lawang, beberapa waktu lalu. Hasil tes saat ini sudah turun yang menyatakan bahwa tersangka Ifa tidak mengalami gangguan kejiwaan. Namun, memang kasus tersebut membuat psikis tersangka terganggu.

Baca juga: Biadab, Pembunuh Bocah di Kejayan Pasutri, Sempat Disetubuhi Dua Kali

“Hasil tes kejiwaan sudah turun beberapa waktu lalu. Hasilnya dipastikan bahwa tersangka Ifa tidak mengalami gangguan jiwa. Hanya ada depresi dari tersangka,” jelas Adrian didampingi Kanit PPA Satreskrim Polres Pasuruan Aiptu Nidhom.

Hasil tersebut membuat kasus hukum yang melilit tersangka bakal dilanjutkan. Sejauh ini, berkas perkara tersangka sudah diserahkan ke Kejari Bangil. Tinggal menunggu pelimpahan tersangka. “Masih penelitian berkas. Belum P-21,” sambungnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ra, 5 tahun, tewas dibunuh. Pelaku pembunuhan itu adalah sepasang suami-istri yang baru menikah. Mereka adalah Moch. Tohir, 27 dan Ifa Maulaya, 19.

Sebelum membunuh, Tohir memperkosa korban. Ifa diduga terlibat pembunuhan itu, karena ikut serta merampas perhiasan emas korban. Dia juga menyediakan balok bagi suaminya untuk senjata memukul korban. Pada petugas, Ifa mengaku mau dilibatkan suaminya karena takut dicerai.

Selama dipenjara, tersangka Ifa sering ngigau dan berteriak-teriak. Karena itu, Porles Pasuruan memeriksakan kondisi kejiwaannya ke RSJ Lawang, Kabupaten Malang, pada 17 Juli 2020. (one/hn/fun)

BANGIL, Radar Bromo – Polres Pasuruan memastikan salah satu tersangka pembunuhan balita asal Kejayan, Ifa Maulaya, 19, bakal diproses lebih lanjut. Sebab, dari hasil tes kejiwaan, tersangka tidak mengalami gangguan jiwa alias tidak gila.

Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adrian Wimbarda menegaskan, tes kejiwaan tersangka Ifa Maulaya dilakukan di RSJ Lawang, beberapa waktu lalu. Hasil tes saat ini sudah turun yang menyatakan bahwa tersangka Ifa tidak mengalami gangguan kejiwaan. Namun, memang kasus tersebut membuat psikis tersangka terganggu.

Baca juga: Biadab, Pembunuh Bocah di Kejayan Pasutri, Sempat Disetubuhi Dua Kali

“Hasil tes kejiwaan sudah turun beberapa waktu lalu. Hasilnya dipastikan bahwa tersangka Ifa tidak mengalami gangguan jiwa. Hanya ada depresi dari tersangka,” jelas Adrian didampingi Kanit PPA Satreskrim Polres Pasuruan Aiptu Nidhom.

Hasil tersebut membuat kasus hukum yang melilit tersangka bakal dilanjutkan. Sejauh ini, berkas perkara tersangka sudah diserahkan ke Kejari Bangil. Tinggal menunggu pelimpahan tersangka. “Masih penelitian berkas. Belum P-21,” sambungnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ra, 5 tahun, tewas dibunuh. Pelaku pembunuhan itu adalah sepasang suami-istri yang baru menikah. Mereka adalah Moch. Tohir, 27 dan Ifa Maulaya, 19.

Sebelum membunuh, Tohir memperkosa korban. Ifa diduga terlibat pembunuhan itu, karena ikut serta merampas perhiasan emas korban. Dia juga menyediakan balok bagi suaminya untuk senjata memukul korban. Pada petugas, Ifa mengaku mau dilibatkan suaminya karena takut dicerai.

Selama dipenjara, tersangka Ifa sering ngigau dan berteriak-teriak. Karena itu, Porles Pasuruan memeriksakan kondisi kejiwaannya ke RSJ Lawang, Kabupaten Malang, pada 17 Juli 2020. (one/hn/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/