alexametrics
27.8 C
Probolinggo
Sunday, 14 August 2022

Coklit Pemilih Pilwali Tuntas, 155.044 Warga Sudah Terdata

PURWOREJO, Radar Bromo– Proses pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih untuk Pilwali Pasuruan berakhir kemarin (13/8). Petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) sudah menuntaskan pekerjaannya selama sekitar sebulan terakhir.

Komisioner KPU Kota Pasuruan Divisi Perencanaan dan Data Mukhamad Zahid mengungkapkan, coklit yang dimulai 15 Juli 2020 kini sudah selesai. “Proses coklit di lapangan sudah selesai semua, sudah 100 persen,” kata dia.

Jumlah data pemilih yang dicoklit yakni sebanyak 155.044 warga. PPDP yang bertugas melakukan coklit sudah mendatangi satu per satu rumah warga yang terdata.

Meskipun demikian, proses coklit tak serta-merta berjalan mulus. Sepanjang berjalannya tahapan itu, ada sejumlah persoalan yang kemudian menjadi kendala. Bahkan hingga pekan ketiga, progres coklit berjalan lambat.

Sedikitnya ada lima persoalan yang menjadi kendala bagi PPDP. Diantaranya ialah warga yang sudah pindah domisili, administrasi kependudukan belum terbaru maupun belum memiliki dokumen kependudukan, kawasan yang warganya terpapar virus korona hingga warga yang tak membukakan pintu rumahnya ketika dicoklit.

“Kami lantas minta bantuan dari pihak kelurahan untuk mempercepat proses karena beberapa kendala itu,” ujar Zahid.

Setelah coklit selesai, proses selanjutnya ialah penyusunan daftar pemilih hasil pemutakhiran yang dilakukan PPS. Rekapitulasi hasil pemutakhiran itu nantinya yang akan ditetapkan sebagai daftar pemilih sementara  (DPS).  (tom/fun)

PURWOREJO, Radar Bromo– Proses pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih untuk Pilwali Pasuruan berakhir kemarin (13/8). Petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) sudah menuntaskan pekerjaannya selama sekitar sebulan terakhir.

Komisioner KPU Kota Pasuruan Divisi Perencanaan dan Data Mukhamad Zahid mengungkapkan, coklit yang dimulai 15 Juli 2020 kini sudah selesai. “Proses coklit di lapangan sudah selesai semua, sudah 100 persen,” kata dia.

Jumlah data pemilih yang dicoklit yakni sebanyak 155.044 warga. PPDP yang bertugas melakukan coklit sudah mendatangi satu per satu rumah warga yang terdata.

Meskipun demikian, proses coklit tak serta-merta berjalan mulus. Sepanjang berjalannya tahapan itu, ada sejumlah persoalan yang kemudian menjadi kendala. Bahkan hingga pekan ketiga, progres coklit berjalan lambat.

Sedikitnya ada lima persoalan yang menjadi kendala bagi PPDP. Diantaranya ialah warga yang sudah pindah domisili, administrasi kependudukan belum terbaru maupun belum memiliki dokumen kependudukan, kawasan yang warganya terpapar virus korona hingga warga yang tak membukakan pintu rumahnya ketika dicoklit.

“Kami lantas minta bantuan dari pihak kelurahan untuk mempercepat proses karena beberapa kendala itu,” ujar Zahid.

Setelah coklit selesai, proses selanjutnya ialah penyusunan daftar pemilih hasil pemutakhiran yang dilakukan PPS. Rekapitulasi hasil pemutakhiran itu nantinya yang akan ditetapkan sebagai daftar pemilih sementara  (DPS).  (tom/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/