alexametrics
26.3 C
Probolinggo
Sunday, 29 November 2020

Pembekalan Siswa di Hari Pertama Juga Diikuti Orangtua

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Kegiatan MPLS pada hari pertama tahun ajaran baru di Kota Probolinggo dan Pasuruan hanya diikuti oleh siswa baru kelas 1 SD dan kelas 1 SMP. Pembekalan ini diikuti oleh wali murid dan siswa secara terpisah.

Salah satunya yang dilaksanakan di SD Negeri Mangunharjo 1 Kota Probolinggo Senin (13/7). Kegiatan pembekalan dimulai sejak pukul 08.00, namun wali murid dan siswa mulai berdatangan sejak pukul 07.00. Kegiatan pembekalan ini menggunakan 4 kelas, 2 kelas untuk tempat pembekalan bagi wali murid, 2 kelas digunakan bagi siswa.

Pembekalan wali murid disampaikan oleh kepala Sekolah Slamet Zainul Arifin selama sekitar 30 menit. Dalam pembekalan itu disampaikan mengenai profil sekolah, kondisi lingkungan sekolah termasuk metode pembelajaran yang akan digunakan yaitu melalui daring atau pembelajaran secara online.

“Bagi siswa kelas 1 SD ini menjadi tantangan mengenai sistem pembelajaran menggunakan daring. Padahal anak-anak kelas 1 SD ini harus belajar mengenal huruf. Akhirnya pembelajaran dilakukan menggunakan video pembelajaran dari guru. Kemudian di rumah, orangtua juga ikut mendampingi anak yang belajar mengenal huruf dengan panduan dari guru,” tambahnya.

Selain itu Zainul mengungkapkan bahwa kendala, datang dari ketersediaan perangkat untuk digunakan dalam sistem belajar secara daring. Seperti tidak semua wali murid memiliki smartphone berbasis android. Atau ada yang punya smartphone, tapi juga digunakan sebagai alat kerja bagi wali murid.

“Disini perlu ada kesepakatan dengan orangtua, sehingga anaknya bisa menggunakan ponsel untuk belajar. Kalau kegiatan belajar daring ini sama seperti jam sekolah siswa saat tatap muka, tapi ada pengurangan jam. Jika saat tatap muka 1 jam pelajaran 35 menit dipangkas jadi 25 menit saja,” tambahnya.

Saat disinggung mengenai keluarga yang tidak memiliki ponsel android, Zainul mengusulkan agar membentuk kelompok dengan anggota yang terdekat. Maksimal beranggotakan 5 orang.

“Tadi ada 3 siswa yang saat pengecekan suhu badan, suhunya diatas 37 derajat. Setelah ditanyakan ke orangtua, dipastikan tidak sakit. Ternyata mereka agak gugup menghadapi hari pertama sekolah. Apalagi saat pembekalan siswa juga dipisahkan tempat dengan orangtuanya,” jelasnya.

Sekolah ini menerima 28 orang siswa dengan jumlah pendaftar mencapai 39 orang. 28 orang siswa ini ditempatkan di ruang kelas yang ada di sisi barat. Sebelum masuk ke dalam kelas, siswa baru diminta untuk mencuci tangan. Mereka diminta untuk tidak bergerombol saat mencuci tangan.

Sesuai ketentuan dari sekolah, siswa kelas 1 yang mengikuti MPLS wajib menggunakan alat pelindung diri seperti masker. Semua siswa telah menggunakan masker bahkan ada yang beberapa di antaranya melengkapi diri dengan face shield.

Salah satu siswa baru bernama Aisyah,7 dengan patuh mengikuti aturan dari gurunya untuk mencuci tangan. Gadis cilik ini mengaku tidak masalah menggunakan masker untuk beraktivitas di sekolah.

“Tidak takut yaa. Tadi (kemarin, Red) disuruh cuci tangan dan diperiksa juga suhunya. Masker ini pelindung supaya tidak terkena virus korona,” ujarnya singkat.

Sementara itu Arif prihantoko, salah satu wali murid menjelaskan bahwa untuk persiapan tahun ajaran bau tahun 2020, jauh berbeda dibandingkan sebelumnya. “Saat ini yang disiapkan ya itu pulsa paketan untuk belajar daring. Kalau untuk seragam, kami memang tidak beli. Menunggu program dari pemerintah untuk seragam. Sedangkan untuk buku jelas dari sekolah,” ujarnya.

Dengan kegiatan belajar di rumah bagi putranya yang baru masuk ini, Arif mengakui, perlu ada pendampingan belajar dari keluarga. Arif sendiri tidak bisa melakukan hal tersebut karena memiliki tanggung jawab untuk bekerja. “Rencana akan didampingi ayah mertua nanti saat belajar,” ujarnya. (tom/ar/put/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Kembang Kempis Kerajinan Perak di Gajahbendo, Kecamatan Beji

Kerajinan perak sempat menjadi primadona di Desa Gajahbendo, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. Bahkan, puluhan warga setempat menggantungkan hidupnya dari industri perak. Namun, kondisinya saat ini berubah.

Bawaslu Limpahkan Laporan Skor Debat ke Polres

Bawaslu Kota Pasuruan, menyatakan laporan dugaan pelanggaran pilkada terkait adanya skor debat kedua Pilwali Pasuruan 2020, memenuhi syarat formil dan materil.

Curanmor Marak, Polresta Probolinggo Evaluasi Pelayanan

Dalam bulan ini, tercatat telah terjadi lima kali curanmor dan pelakunya belum tertangkap.

Pakai Huruf Pegon, Kiai Nawawi Tulis Maklumat Dukung Gus Ipul

Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri K.H. Nawawi Abdul Djalil mengeluarkan maklumat terkait Pilwali Pasuruan 2020.

Pendaftar Anugerah Kampung Hebat Membeludak

Antusiasme Rukun Tetangga (RT) di Kota Pasuruan, mengikuti Anugerah Kampung Hebat Tahun 2020, sangat terasa.