alexametrics
24.4 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Ada Staf Sekwan DPRD Kota Probolinggo Positif Covid

KANIGARAN, Radar Bromo – Seorang staf di Kesekretariatan DPRD Kota Probolinggo, dipastikan positif Covid-19. Bahkan, ada 16 orang yang berhasil di-tracing, karena melakukan kontak erat dengan warga Desa Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo itu.

Staf sekwan itu pernah bertugas menjadi sopir Ketua Komisi III DPRD, Agus Rianto. Tapi, pada periode sebelumnya. Namun, terkait dengan kasus ini, Ketua DPRD Kota Probolinggo Abdul Mujib masih enggan memberikan keterangan. “Belum bisa komentar dulu,” ujarnya.

Namun, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Probolinggo, Abraar HS Kuddah, memastikan jika staf sekwan itu positif Covid-19. “Iya rdt-nya reaktif,” ujarnya. Rdt merupakan hasil rapid test yang dilakukan untuk diagnosa awal. Tetapi, Abraar tidak menjawab proses tracing staf tersebut, mengingat aktivitas pekerjaannya dilakukan di Kota Probolinggo.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo Anang Budi Yoelijanto mengatakan, seorang warga beralamat di Desa Gili Ketapang, dinyatakan positif korona.

“Untuk tracing jelas sudah dilakukan sejak hasil rapid test dinyatakan reaktif. Kalau berapa yang di-tracing lupa, jelas koordinasi dengan Gugus Tugas Kota Probolinggo. Bahkan, kami mendapat data hasil rapid test reaktif dari Kota Probolinggo, kemudian dilanjutkan dengan swab hasil positif. Pasien tersebut masuk dalam data Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo ini memastikan, pasien laki-laki itu telah dikarantina di Kota Probolinggo. Kondisinya juga sehat. “Termasuk sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG),” ujarnya.

Terpisah, Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo Agus Rianto, tdak membantah adanya staf sekwan yang dinyatakan positif dan pernah menjadi sopir ketua Komisi. Namun, sudah lama tidak lakukan karena ada penarikan mobil ketua alat kelengkapan dewan, termasuk pada ketua Komisi.

“Memang benar yang bersangkutan pernah menjadi sopir yang mengatar saya waktu ketua komisi berhak mendapat mobil dinas. Tapi, sudah tidak lagi, sudah lama,” ujarnya.

Penarikan mobil dinas ketua Komisi terjadi pada masa DPRD periode sebelumnya. Ada perubahan pada tata tertib DPRD, di mana juga terjadi perubahan terhadap fasilitas yang dimiliki anggota dewan. Hanya pimpinan DPRD yang berhak mendapat mobil dinas.

“Sekarang kontaknya cuma menyapa saja. Saya juga sudah melakukan rapid test di RSUD dr. Mohamad Saleh dengan tingkat akurasi alat rapid test 80 persen, hasilnya nonreaktif,” ujar Agus. (put/rud/fun)

KANIGARAN, Radar Bromo – Seorang staf di Kesekretariatan DPRD Kota Probolinggo, dipastikan positif Covid-19. Bahkan, ada 16 orang yang berhasil di-tracing, karena melakukan kontak erat dengan warga Desa Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo itu.

Staf sekwan itu pernah bertugas menjadi sopir Ketua Komisi III DPRD, Agus Rianto. Tapi, pada periode sebelumnya. Namun, terkait dengan kasus ini, Ketua DPRD Kota Probolinggo Abdul Mujib masih enggan memberikan keterangan. “Belum bisa komentar dulu,” ujarnya.

Namun, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Probolinggo, Abraar HS Kuddah, memastikan jika staf sekwan itu positif Covid-19. “Iya rdt-nya reaktif,” ujarnya. Rdt merupakan hasil rapid test yang dilakukan untuk diagnosa awal. Tetapi, Abraar tidak menjawab proses tracing staf tersebut, mengingat aktivitas pekerjaannya dilakukan di Kota Probolinggo.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo Anang Budi Yoelijanto mengatakan, seorang warga beralamat di Desa Gili Ketapang, dinyatakan positif korona.

“Untuk tracing jelas sudah dilakukan sejak hasil rapid test dinyatakan reaktif. Kalau berapa yang di-tracing lupa, jelas koordinasi dengan Gugus Tugas Kota Probolinggo. Bahkan, kami mendapat data hasil rapid test reaktif dari Kota Probolinggo, kemudian dilanjutkan dengan swab hasil positif. Pasien tersebut masuk dalam data Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo ini memastikan, pasien laki-laki itu telah dikarantina di Kota Probolinggo. Kondisinya juga sehat. “Termasuk sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG),” ujarnya.

Terpisah, Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo Agus Rianto, tdak membantah adanya staf sekwan yang dinyatakan positif dan pernah menjadi sopir ketua Komisi. Namun, sudah lama tidak lakukan karena ada penarikan mobil ketua alat kelengkapan dewan, termasuk pada ketua Komisi.

“Memang benar yang bersangkutan pernah menjadi sopir yang mengatar saya waktu ketua komisi berhak mendapat mobil dinas. Tapi, sudah tidak lagi, sudah lama,” ujarnya.

Penarikan mobil dinas ketua Komisi terjadi pada masa DPRD periode sebelumnya. Ada perubahan pada tata tertib DPRD, di mana juga terjadi perubahan terhadap fasilitas yang dimiliki anggota dewan. Hanya pimpinan DPRD yang berhak mendapat mobil dinas.

“Sekarang kontaknya cuma menyapa saja. Saya juga sudah melakukan rapid test di RSUD dr. Mohamad Saleh dengan tingkat akurasi alat rapid test 80 persen, hasilnya nonreaktif,” ujar Agus. (put/rud/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/