alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Penderita DBD Bertambah 3, Tapi Angkanya Turun Dibandingkan Tahun Lalu

MAYANGAN, Radar Bromo – Jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Probolinggo pada awal Maret 2020, bertambah menjadi 3 orang. Sehingga, dari Januari-Maret, sudah ada 21 penderita DBD. Adapun tiga penderita baru di Maret ini berasal dari 3 kecamatan yaitu Kanigaran, Kedopok, dan Mayangan.

“Sampai akhir Februari, jumlah kasus DBD di Kota Probolinggo mencapai 18 penderita. Awal Maret tepatnya pada Senin (9/3) ada 3 kasus baru yang dilaporkan DBD. Kami berharap tidak ada kejadian DBD lagi setelah ini,” ujar dr NH Hidayati, Plt Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kota Probolinggo. Melalui Nyamiati Ningsih, kasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit, Jumat (13/3)

Jika dibandingkan tahun 2019, angka penderita dari Januari sampai Maret 2020 mengalami penurunan yang signifikan. Pada tahun 2019 dari Januari sampai Maret, terdapat 126 kasus DBD yang terlaporkan sampai akhir Maret.

Sedangkan untuk tahun 2020, sampai kemarin (13/3) baru 21 kasus. Pada tahun 2019, Kota Probolinggo ditetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Penentapan status KLB tidak menunggu ada penderita DBD yang meninggal. Ada peningkatan jumlah kasus DBD lipat dua dibandingkan tahun sebelumnya, sudah bisa ditetapkan KLB,” terangnya.

Sebagai perbandingan, Januari 2018 ada 2 kasus DBD. Sedangkan bulan yang sama tahun 2019 mencapai 23 kasus DBD. Februari 2018 ada 3 kasus DBD, Februari 2019 mencapai 37 kasus. Sedangkan pada bulan Maret 2018 ada 1 kasus DBD, pada bulan Maret 2019 kasus DBD mencapai 66 kasus.

“Tahun ini tidak ditetapkan KLB karena jika dibandingkan data kasus tahun 2019, jauh lebih menurun,” ujar Nyamiati.

Penderita yang terlaporkan ini mendapat perawatan di RSUD dr Moh Saleh dan RSU Dharma Husada. Ada juga yang dilaporkan masuk ke puskesmas, namun bukan DBD, tapi hanya Demam Dengue (DD).

“Ada perbedaan antara DBD dengan DD. Bedanya untuk DBD ada hasil laboratorium yang memastikan kadar trombositnya di bawah 100 ribu, ada peningkatan hematokrit 20 persen. Sedangkan untuk DD itu ada gejala demam, tapi trombositnya masih di atas 100 ribu,” terangnya. (put/fun)

MAYANGAN, Radar Bromo – Jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Probolinggo pada awal Maret 2020, bertambah menjadi 3 orang. Sehingga, dari Januari-Maret, sudah ada 21 penderita DBD. Adapun tiga penderita baru di Maret ini berasal dari 3 kecamatan yaitu Kanigaran, Kedopok, dan Mayangan.

“Sampai akhir Februari, jumlah kasus DBD di Kota Probolinggo mencapai 18 penderita. Awal Maret tepatnya pada Senin (9/3) ada 3 kasus baru yang dilaporkan DBD. Kami berharap tidak ada kejadian DBD lagi setelah ini,” ujar dr NH Hidayati, Plt Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kota Probolinggo. Melalui Nyamiati Ningsih, kasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit, Jumat (13/3)

Jika dibandingkan tahun 2019, angka penderita dari Januari sampai Maret 2020 mengalami penurunan yang signifikan. Pada tahun 2019 dari Januari sampai Maret, terdapat 126 kasus DBD yang terlaporkan sampai akhir Maret.

Sedangkan untuk tahun 2020, sampai kemarin (13/3) baru 21 kasus. Pada tahun 2019, Kota Probolinggo ditetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Penentapan status KLB tidak menunggu ada penderita DBD yang meninggal. Ada peningkatan jumlah kasus DBD lipat dua dibandingkan tahun sebelumnya, sudah bisa ditetapkan KLB,” terangnya.

Sebagai perbandingan, Januari 2018 ada 2 kasus DBD. Sedangkan bulan yang sama tahun 2019 mencapai 23 kasus DBD. Februari 2018 ada 3 kasus DBD, Februari 2019 mencapai 37 kasus. Sedangkan pada bulan Maret 2018 ada 1 kasus DBD, pada bulan Maret 2019 kasus DBD mencapai 66 kasus.

“Tahun ini tidak ditetapkan KLB karena jika dibandingkan data kasus tahun 2019, jauh lebih menurun,” ujar Nyamiati.

Penderita yang terlaporkan ini mendapat perawatan di RSUD dr Moh Saleh dan RSU Dharma Husada. Ada juga yang dilaporkan masuk ke puskesmas, namun bukan DBD, tapi hanya Demam Dengue (DD).

“Ada perbedaan antara DBD dengan DD. Bedanya untuk DBD ada hasil laboratorium yang memastikan kadar trombositnya di bawah 100 ribu, ada peningkatan hematokrit 20 persen. Sedangkan untuk DD itu ada gejala demam, tapi trombositnya masih di atas 100 ribu,” terangnya. (put/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/