Tol Probowangi Harus Bebaskan 1.946 Bidang Lahan di Probolinggo

MARON, Radar Bromo Persiapan  pembangunan jalan tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) mulai berjalan. Di Kabupaten Probolinggo, akan ada 37 desa yang dilalui tol Probowangi. Dan setidaknya, sekitar 1.946 bidang lahan harus dibebaskan untuk proyek strategis nasional (PSN) tersebut.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, pembangunan tol Probowangi merupakan lanjutan tol Pasuruan Probolinggo (Paspro). Pembangunan tol paspro memang masih menyisakan seksi IV.

Namun, pembangunan tol Probowangi tetap dilakukan. Rencananya, pembangunan dilakukan bersamaan dengan tol Paspro seksi IV.

“Pengerjaaan fisik jalan tol Paspro seksi IV maupun tol Probowangi Kabupaten Probolinggo, bisa mulai tahun 2020. Tidak menunggu lahan bebas semuanya. Sambil proses pembebasan lahan, fisik dimulai mengikuti lahan yang sudah bebas,” kata Priyadi, selaku PPK Tol Paspro dan Probowangi saat dikonfirmasi kemarin (13/2).

Pada Jawa Pos Radar Bromo, Priyadi menjelaskan, proyek jalan tol Probowangi sepanjang 29,6 km itu akan melintasi 37 desa di Kabupaten Probolinggo. Mulai Desa Suko, Kecamatan Maron sampai Desa Binor, Kecamatan Paiton. Diperkirakan, kebutuhan lahan sekitar 268,2 hektare yang terdiri atas 1.946 bidang lahan.

”Jalan tol Probolinggo Banyuwangi seksi 1, khusus Probolinggo melewati 37 desa. Ada tanah kas desa (TKD) milik 19 desa yang dilewati proyek strategis nasional ini,” ungkapnya.

Priyadi menambahkan, proses pembebasan lahan yang terkena dampak pembangunan tol Probowangi secepatnya diusahakan tuntas. Jika pembebasannya tidak tuntas tahun ini, dilanjutkan tahun depan.

”Pembebasan secepatnya  kami upayakan sampai selesai dan bisa dilanjutkan tahun 2021,” ujarnya.

Saat ini, menurutnya, tim tengah mengerjakan tahap sosialisasi. Mulai proses pembuatan peta bidang, pemberkasan bukti-bukti kepemilikan, inventarisasi, dan identifikasi tanaman dan bangunan.  (mas/hn)