PLN Sudah Pangkas 2.850 Pohon untuk Minimalisir Gangguan Listrik

KRAKSAAN, Radar Bromo – Sejak Januari hingga sekarang, unit layanan pelanggan PLN Kraksaan setidaknya sudah melakukan pemangkasan sebanyak 2.850 pohon. Pemangkasan itu dilakukan lantaran pohon berpotensi mengganggu kabel listrik. Sehingga perlu dipangkas untuk mengantisipasi terjadinya pemadaman listrik.

Manajer Unit Layanan Pelanggan PLN Kraksaan Muhammad Syafi’i mengatakan, hingga hari Kamis (13/2), PLN memangkas pohon di luas wilayah kerja 1.000 kilometer persegi dengan panjang Jaringan 685 kilometer menggunakan kabel udara.

“Sasarannya memang pohon yang dapat mengganggu jaringan listrik. Sebab, jaringan litrik kami menggunakan kabel udara. Sejak januari sudah 2.850 pohon yang selesai dipangkas,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Pemangkasan pohon dilakukan dengan cara memotong pohon agar memiliki jarak minimal 3 meter dari kabel ataupun tiang listrik milik PLN. Sedikitnya pemangkasan dilakukan di 13 kecamatan. Di antaranya, Paiton, Kotaanyar, Pakuniran, Besuk, Kraksaan, Pajarakan, Krejengan, Gading, Krucil, Tiris, Maron, Banyuanyar, dan Gending.

“Di 13 Kecamatan ada 176,000 pelanggan PLN harus terjaga jaringannya. Pohon yang dipangkas itu milik warga sekitar,” ujarnya.

Syafi’i mengungkap, pemangkasan pohon itu akan terus berlanjut, mengingat saat ini masih masuk pada musim hujan. Sebab, saat musim hujan, pohon mudah untuk tumbuh. Menurut Syafi’i, siklus pemangkasan akan dilakukan dari awal ketika pemotongan sudah mencapai 4 bulan.

“Bisa jadi tidak akan ada selesainya untuk pemangkasan. Sebab, saat musim hujan seperti sekarang, setelah dipotong maka pertumbuhannya akan cepat. Ketika itu terjadi, maka akan ada pemotongan kembali pada pohon yang sama,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, lanjut Syafi’i mengatakan, masih banyak masyarakat yang belum mengerti apa manfaat dilakukannya pemangkasan. Sehingga saat para persenel PLN ke lapangan, masih banyak menemukan kendala.

“Masyarakat seharusnya merelakan apabila pohon yang dekat dengan kabel PLN dan dirasa akan menggangu jaringan listrik. Sebab, ini kepentingan bersama,” paparnya. (mg1/fun)