Periksa 7 Saksi Kecelakaan Kerja Telan Korban PT KTI, Ini Kronologinya

MAYANGAN, Radar Bromo – Kecelakaan kerja yang menelan korban jiwa di PT Kutai Timber Indonesia (KTI), Kota Probolinggo, terus diselidiki kepolisian. Sampai Senin (13/1), penyidik Polsek Mayangan, Polres Probolinggo, telah memeriksa tujuh orang saksi.

Kanit Reskrim Iptu Mugi mengatakan, pihaknya telah memeriksa tujuh saksi. Di antaranya, manajer personalia PT KTI, pelapor, dan lima saksi di lokasi kejadian yang membantu korban saat terjadi kecelakaan. “Baru sebatas pemeriksaan saksi, belum penetapan tersangka,” ujarnya saat mendampingi kapolsek.

Dari keterangan sejumlah saksi diperoleh kronologi kecelakaan kerja itu. Mugi mengatakan, kecelakaan itu terjadi Rabu (8/1) siang, ketika jam istirahat. Korban Mahfudi, 36, merupakan pengawas gudang bahan siap ekspor. Saat itu korban melakukan pengawasan pekerja yang mengangkut dan menata plywood.

“Korban memerintahkan Adi Susanto (operator forklif) untuk tidak menempatkan barang yang diangkat di tempat itu, agar tetap di lokasi lain di gudang yang sama. Namun, alasannya tidak diketahui kenapa korban meminta seperti itu,” ujar Mugi.

Kemudian, Adi Santoso yang mendengar permintaan itu, menghentikan forklifnya dan menghadapkannya ke timur. Mahfudi mengambil bongkahan kayu untuk mengganjal roda forklif agar berhenti. “Mungkin korban takut forklif mundur dan menabrak susunan plywood,” ujarnya.

Awalnya, korban berada di depan forklif, kemudian berpindah ke belakang forklif untuk memasang kayu di roda belakang forklif. Tak lama kemudian, forklifnya mundur setelah sopir forklif memastikan dari spion di belakang dan kanan-kirinya tidak ada orang. “Dilihat dari spion tidak ada orang, lalu forklif mundur,” ujarnya.

Namun, kemudian ada orang berteriak stop. Kontan Adi Susanto menghentikan forklifnya. Saat dilihat, korban sudah telentang di bawah forklif. Pembantu sopir forklif dan kernet bersama sejumlah pekerja lain di sekitar lokasi kejadian pun berusaha mengeluarkan korban dari bawah forklif.

“Posisi awal korban di bawah forklif dalam keadaan tengkurap dan bisa ditelentangkan dan dikeluarkan. Kernet forklif saat itu lokasinya jauh dari korban, sekitar 100 meter ke arah barat,” jelas Mugi.

Dari lokasi kejadian, korban dibawa ke Poli PT KTI. Karena kondisinya parah dirujuk ke IGD RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo. Namun, akhirnya korban meninggal dunia. “Sampai saat ini belum ada penetapan tersangka karena belum olah TKP (tempat kejadian perkara). Baru pemeriksaan saksi,” ujar Mugi. (put/rud)