Buruh Pabrik Air di Sukorejo Demo usai 132 Buruh Di-PHK, Sampai Robohkan Pagar

SUKOREJO, Radar Bromo – Persoalan ketenagakerjaan di Kabupaten Pasuruan seakan tak ada habisnya. Kali ini persoalan ketenagakerjaan melanda PT Sumber Bening Lestari, Desa Suwayuwo, Kecamatan Sukorejo. Senin pagi (13/1), ratusan buruh menggelar unjuk rasa di depan pabrik air minum dalam kemasan (AMDK) usai ada pemutusan hubungan kerja.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, sedikitnya ada 132 buruh yang ikut dalam aksi. Mereka tergabung SBSI Metal Kabupaten Pasuruan. Dalam aksinya, mereka menggelar orasi di depan gerbang pabrik. Mereka adalah karyawan berstatus kontrak.

“Anggota kami sebanyak 132 orang, sudah bekerja lama di PT Sumber Bening Lestari dan pekan kemarin di-PHK oleh pihak perusahaan ini,” ucap M Yasin, koordinator aksi dari SBSI Metal Kabupaten Pasuruan.

Menurut M Yasin, PHK yang dilakukan pihak perusahaan terhadap 132 orang buruh tersebut sepihak, juga tidak berdasar. “Kami mendesak pihak perusahaan pekerjakan kembali dan posisi semula. Itu saja,” tuturnya.

Saat aksi orasi berlangsung, sekitar pukul 10.00 massa buruh berusaha masuk ke dalam pabrik. Sehingga pagar besi atau gerbang di pabrik AMDK tersebut akhirnya ambruk karena terdorong ratusan buruh tersebut.

PROTES: Buruh tergabung SBSI Metal berunjuk rasa di depan pabrik AMDK PT Sumber Bening Lestari, Desa Suwayuwo, Kecamatan Sukorejo, Senin (13/1) pagi. (Foto: Rizal F Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Meski begitu, di lapangan tak sampai menimpa baik buruh, sekuriti, ataupun petugas keamanan yang berada di sekitar lokasi pagar yang ambruk.

Usai kejadian tersebut, tak lama berselang massa buruh dari SBSI Metal Kabupaten Pasuruan bergeser ke gedung BLK milik Disnaker Pemprov Jatim di Pandaan. Mereka ke sana untuk mengadukan ke pengawas ketenagakerjaan.

Terpisah, saat dikonfirmasi Radar Bromo via telepon, Agus Santoso, HRD di PT Sumber Bening Lestari menuturkan, 132 buruh resmi di-PHK. Mereka diputus lantaran akibat perbuatannya sendiri.

Perusahaan, kata Agus Santoso, sebelumnya menilai aksi ini dilatarbelakangi saat pabrik memutus satu karyawan pada Kamis (9/1) silam. Ternyata aksi PHK terhadap satu karyawan itu, membuat 131 buruh lainnya tak terima. Sehingga, sehari kemudian ke-131 buruh datang ke pabrik, tapi tidak mau bekerja dengan alasan solidaritas terhadap rekannya satu orang lebih yang dulu diberhentikan.

Selang sehari kemudian atau Sabtu (11/1), perusahaan akhirnya memutuskan hubungan kerja terhadap 131 buruh. Hingga kemarin ke-132 buruh menggelar aksi unjuk rasa.

Terhadap keputusan PHK itu, Agus Santoso menyatakan, perusahaan sudah mengambil sikap. “Perusahaan tidak bisa memenuhi tuntutan 132 buruh tersebut karena statusnya sudah di-PHK dan juga membuat kesalahannya sendiri,” ucapnya. (zal/fun)