Lama Tak Buka Lapak, Pemilik Toko Sembako di Jalan Laksamana Martadinata Ditemukan Tewas

PURWOREJO – Ketenangan pedagang Pasar Besar Kota Pasuruan mendadak buyar Senin sore (14/1). Itu setelah pemilik toko Agustus yang menjual sembako, Osing, 74 ditemukan tewas di dalam toko setempat dalam keadaan terkunci.

Osing ditemukan tewas pertama kali oleh keponakannya, Aliem sekitar pukul 14.00. Siang itu, ia mendatangi toko Agustus yang terletak di los I Jalan Laksamana Martadinata, Kelurahan/Kecamatan Purworejo. Namun, toko setempat dalam keadaan digembok dari luar.

Ia sempat mencoba menghubungi Osing dengan menggunakan telepon seluler. Sayangnya tidak ada jawaban. Ia pun sempat melihat lalat keluar dari balik jendela lantai dua. Curiga, Ia lantas meminta tolong pada warga setempat untuk mengecek kondisi di dalam toko.

Ternyata Osing diketahui tewas di ruang kerja lantai dua. Warga pun langsung berduyun-duyun membantu untuk membuka toko yang terkunci rapat itu. Namun, karena digembok dari dalam, proses evakuasi pun sempat memakan waktu lama.

Tidak hanya warga, Polres Pasuruan Kota dan Koramil ikut membantu untuk membuka toko tersebut. Sejumlah peralatan yang ada pun digunakan, mulai dari kayu, linggis hingga gergaji pemotong material logam. Pintu toko baru berhasil dibuka sekitar pukul 16.00.

Saat ditemukan, kondisi Osing sudah dalam keadaan mengenaskan. Tubuhnya penuh lebam dan sudah mengeluarkan bau layaknya mayat yang sudah lama. Maklum saja, korban terlihat terakhir kali berjualan Jumat lalu (11/1). Jenazah korban lantas dibawa keluarga untuk langsung dimakamkan.

Salah seorang saksi mata, Sugiarto mengungkapkan sejak seminggu terakhir, korban hanya berjualan setengah hari saja. Dan sejak sabtu lalu (12/1), toko sudah dalam keadaan tertutup. Karena itulah, keponakan korban yang curiga lantas meminta tolong warga untuk membuka toko tersebut.

EVAKUASI: Mobil ambulans yang disiapkan untuk membawa jenazah Osing. (Foto: Mokhammad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

“Ternyata korban sudah tewas dalam keadaan tergeletak di lantai dua. Memang, ia diketahui memiliki riwayat sakit sesak napas. Ia tinggal seorang diri sejak sembilan tahun terakhir usai cerai dengan istrinya,” jelasnya.

Kapolsek Purworejo, Kompol Wahono menjelaskan penyebab kematian korban dikarenakan sakit. Jenazah korban sendiri dipastikan langsung akan dimakamkan sebab pihak keluarga enggan untuk dilakukan visum maupun otopsi. (riz/fun)