alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Sunday, 6 December 2020

Kota-Kabupaten di Pasuruan-Probolinggo Kompak Raih Adipura

BANGIL – Empat daerah di wilayah edar Jawa Pos Radar Bromo mendapat penghargaan di awal tahun 2019. Penghargaan itu adalah Adipura yang rencananya akan diberikan Senin (14/1) di Museum Kehutanan Nasional Manggala Wanabakti, Jakarta. Beberapa pejabat dari Pemkab-Pemkot Pasuruan-Probolinggo juga sudah bertolak untuk menerima penghargaan yang rencananya akan diberikan Wapres Jusuf Kalla tersebut.

Baik Pemkab-Pemkot di Pasuruan-Probolinggo, semuanya sudah menerima undangan dari Kementerian Lingkungan Hidup. Dari daftar penerimaan penghargaan tersebut, Adipura yang diraih umumnya masih mempertahankan dari penghargaan sebelumnya.

Untuk Kabupaten Pasuruan misalnya. Selama tiga tahun berturut-turut, pemkab berhasil mempertahankan Adipura untuk Kota Bangil dalam kategori kota kecil. Dihubungi melalui telepon, Minggu (13/1), Saifudin Ahmad, kepala Dinas Kominfo Kabupaten Pasuruan membenarkan bahwa Kabupaten Pasuruan sudah mendapatkan undangan dari Kementerian Lingkungan Hidup.

“Ya, memang benar sudah ada undangan ke Jakarta untuk besok (Senin, 14/1). Dan, Bupati Pasuruan dijadwalkan berangkat sore ini (13/1),” jelasnya.

Saifudin menambahkan, Kabupaten Pasuruan tercatat sudah meraih 3 tahun berturut-turut ini sebagai penerima Adipura untuk Kota Bangil. Di tahun 2015 lalu masih berupa plakat, baru tahun 2016 sampai tahun 2018 berhasil mempertahankan Adipura.

Keberhasilan menerima Adipura ini, kata Saifudin, adalah kerja keras semua pihak. “Ini, lantaran Adipura diraih tidak hanya dari DLH saja, tapi juga ada pengelolaan sampah sampai partisipasi masyarakat dalam turun serta menjaga kebersihan kota,” terangnya.

Penghargaan yang diraih 3 tahun berturut-turut tentunya menjadi prestigious. Ini, membuktikan bahwa Pemkab Pasuruan juga masyarakat dan semua pihak mampu menjaga Bangil sebagai ikon dan ibu kota Kabupaten Pasuruan menjadi kota yang bersih, nyaman, dan juga baik dalam pengelolaan sampahnya.

Di sisi lain, upaya Pemkot Pasuruan menyediakan ruang terbuka hijau serta menjaga kebersihan lingkungannya, tak sia-sia. Anugerah Adipura yang kembali diraih seolah membayar kerja keras jajaran pemerintah dan masyarakat setempat. Penghargaan akan diserahkan langsung kepada Wawali Pasuruan Raharto Teno Prasetyo yang didampingi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan Rudiyanto.

Piala Anugerah Adipura itu merupakan hasil penilaian dari tim Kementerian Lingkungan Hidup RI sepanjang tahun 2018. Kota Pasuruan kembali meraih penghargaan itu dalam kategori kota sedang. Penghargaan tersebut merupakan kali ke delapan yang telah diraih berturut-turut sejak 2011 silam.

Plt Kepala Dinas Kominfo Kota Pasuruan Fendy Krisdiyono mengatakan, penghargaan tersebut merupakan buah dari hasil kerja sama semua pihak. Menurutnya, upaya Pemkot mempertahankan penghargaan semacam itu tidak terlepas dari peran aktif seluruh OPD.

“Terutama, juga peran masyarakat serta para pecinta lingkungan, relawan kebersihan yang secara proaktif melibatkan diri dalam kepedulian akan kebersihan dan estetika lingkungan,” katanya.

Atas diraihnya penghargaan itu, Fendy berharap ke depannya semua pihak juga terus meningkatkan kecintaannya akan lingkungan dan kebersihan. Sehingga, kelestarian lingkungan yang akan diwariskan ke generasi penerus, tetap terjaga. “Kami juga akan terus mengajak serta mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan, pentingnya merawat lingkungan,” imbuhnya.

Ke depan, Pemkot Pasuruan juga akan bekerja keras untuk dapat meraih penghargaan Adipura Kencana. Namun, kata Fendy, hal itu juga akan dibarengi dengan inovasi-inovasi program yang berkaitan dengan tata kota yang estetis dan bersih.

Beralih ke Kota Probolinggo. Penghargaan bidang Lingkungan Hidup itu sudah 12 kali diraih. Khusus untuk penghargaan yang terbaru, rencananya akan diterima Sekda dr Bambang Agus Suwignyo.

“Penghargaan Adipura ini adalah yang ke 12 kali diterima Pemkot. Tadi Adipura diterima oleh Pak Sekda,” ujar Budi Krisyanto, kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo. Dalam penghargaan ini ada 4 kategori, Penghargaan Adipura Kencana, Penghargaan Adipura, Sertifikat Adipura, dan Plakat Adipura.

“Di Jatim hanya Kota Surabaya yang mendapat Adipura Kencana. Kalau Kota Probolinggo dapat Adipura,” ujarnya.

Meskipun sudah 12 kali meraih Adipura, masih ada persoalan-persoalan lingkungan yang harus dibenahi di Kota Probolinggo. Termasuk membangun kesadaran masyarakat akan kebersihan.

Di samping itu, persoalan seperti masih banyaknya masyarakat yang membuang sampah di saluran air, masyarakat yang membuang sampah rumah tangga di tempat sampah di tepi jalan.               “Ketika penilaian berlangsung dan terlihat oleh juri seperti sampah rumah tangga digantung di tempat sampah, bisa berpengaruh juga,” ujarnya.

Proses penilaian untuk penghargaan Adipura ini dilakukan sebanyak 2 kali. Pertama dilakukan pada akhir tahun 2017. “Kemudian yang kedua dilakukan tahun 2018,” ujarnya.

Sedangkan untuk Kabupaten Probolinggo, anugerah kali ini merupakan yang ke empat kalinya. Ini adalah usaha keras pemerintah dan juga masyarakat untuk menjaga anugerah tetap didapatkan kabupaten.

“Empat kali ini sudah mendapatkan anugerah. Ini, pencapaian seluruh elemen yang ada di Kabupaten Probolinggo,” ujar Rahmad Waluyo, kepala Dinas Lingkungan Hidup.

Ia menjelaskan, penghargaan ini dipertahankan sejak lama. Yaitu, mulai dari 2013. Saat itu, pemerintah baru mendapatkan Anugerah Adipura berupa sertifikat. Yaitu periode 2013 -2014. “Jadi, penghargaan yang kami terima perihal Adipura ini 2013-2014 itu sertifikat, 2015 sertifikat, 2016-2017 piala, dan 2017-2018 sekarang ini piala,” tandasnya.

Pihaknya berterima kasih kepada semua elemen masyarakat. Sebab, karena sadarnya masyarakat perihal kebersihan membuat Pemkab Probolinggo kembali mendapatkan penganugerahan Adipura. Ia berharap masyarakat Probolinggo untuk terus menjaga kebersihan. Terutama kebersihan sampah rumah tangga.

Sehingga, tahun ini atau tahun berikutnya bisa kembali dianugerahi Adipura kembali. “Harapnya, bisa terus menjaga kebersihan. Sehingga, di tahun-tahun berikutnya kembali mendapatkan penganugerahan serupa,” terangnya. (eka/tom/sid/put/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Giliran Temukan Pintu Besi Bermotif Bunga di Goa Jepang

Temuan penting kembali didapati tim ekskavasi di Goa Jepang di Desa Watukosek, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

BERITA TERBARU

Stok Garam di Kab Pasuruan Masih Tersisa 2.200 Ton

Sampai awal Desember ini, stok garam hasil produksi petambak garam di Kabupaten Pasuuran belum seluruhnya terserap pasar.

Hewan Ternak Rentan Sakit Ini saat Musim Hujan

Musim hujan yang mengguyur Kabupaten Probolinggo sejak beberapa waktu lalu berpengaruh terhadap kesehatan hewan ternak.

Tekan Covid-19; Disiplin 3M Sama Pentingnya dengan Vaksin

Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan masih menjadi keharusan, meskipun program vaksinasi nantinya telah dijalankan.

Terdampak Pandemi, Pilot pun Nyambi Bisnis Online Shop

pilot maskapai penerbangan nasional ini mengaku, pendapatannya berkurang 30 persen sejak pandemi.

Musim Hujan, Saatnya Mulai Waspadai Demam Berdarah Dengue

Dinkes Kabupaten Probolinggo mengimbau agar masyarakat tak abai terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).